Jumat, April 19, 2024

Usai Rekam Apoteker Saat Mandi, Pria di Kaltara Ancam-Paksa Korban Berhubungan Badan, Pelaku Berhasil Ditangkap Polisi

Must read

Nunukan, Dutametro.com – Seorang apoteker muda berinisial NF (25) direkam saat sedang mandi oleh seorang pemuda berinisial RH (22) di Nukukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Aksi bejat pemuda tersebut digunakan untuk mengancam dan memaksa korban untuk berhubungan badan dengannya.

Adapun RH memiliki rambut lurus dengan model belah pinggir. Pemuda itu berkulit sawo matang dengan alis tebal.

Menurut keterangan Kanit Lidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Nunukan Ipda Andre Azmi Azhari mengatakan pelaku membuntuti korban dari tempat kerjanya di Kelurahan Nunukan Timur hingga ke rumah. Kemudian RH nekat merekam korban saat sedang mandi.

Andre menyebutkan, “Pelaku telah mengikuti korban dari tempat kerjanya di apotik sampai ke rumah korban. Setelah membuntuti korban hingga ke rumahnya, pelaku diam-diam menuju belakang rumah korban yakni kamar mandi yang ada ventilasinya, kemudian pelaku merekam korban saat sedang mandi” jelasnya.

Sedangkan saat itu korban tak sadar jika pelaku sedang merekamnya lewat ventilasi kamar mandi. Kemudian pemuda itu lalu menggunakan video korban mandi sebagai bahan ancaman agar korban mau melayani nafsu bejatnya.

Diungkapkan Andre, “Iya pelaku melakukan perekaman saat korban mandi, dan rekaman itu dijadikan pelaku untuk mengancam korban agar mau berhubungan badan” terangnya.

Selanjutnya usai merekam video korban saat mandi, pelaku kemudian kembali ke lokasi kerja korban dan meminta nomor korban kepada rekan kerjanya. Kemudian pelaku menghubungi korban dan terus melakukan teror.

“Setelah dapat nomor handphone, pelaku kemudian melakukan teror dan ancaman terus menerus,” papar Andre.

Jadi berdasarkan hasil video itu pelaku secara terus-terusan meneror korban. Mulai dari meminta foto tanpa busana hingga memaksa korban untuk berhubungan badan.

Akhirnya karena tak tahan atas teror tersebut, korban melaporkan tindakan pelaku pada Sabtu (29/7). Sementara saat itu korban dan pelaku juga janjian bertemu di sebuah penginapan di Nunukan.

Lalu ujar Andre, “Saat akan bertemu dengan pelaku, korban melakukan koordinasi dengan kami, setelah itu kita melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku di sebuah hotel” paparnya.

Namun saat akan diamankan, RH berusaha melawan dan berhasil melarikan diri ke wilayah pasar tidak jauh dari penginapan. Meski polisi telah memberikan tembakan peringatan, pelaku tetap berusaha kabur hingga akhirnya ia terkepung dan berhasil diamankan.

“Pelaku saat itu melarikan diri ke daerah pasar, sempat dilakukan aksi kejar-kejaran terhadap pelaku dan dilakukan tembakan peringatan namun pelaku terus berlari dan menuju sebuah gang. Sampai akhirnya pelaku berhasil dibekuk oleh personel Unit Tipiter,” bebernya.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article