Gempa Pasbar Dinilai Sudah Melemah, BMKG: Minta Tetap Waspadai Hujan dan Longsor

oleh -93 Dilihat

Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat pada Jumat 25 Februari 2022 lalu sudah mulai melemah. Karena puncak gempa bumi tektonik tersebut sudah mengalami puncaknya pada 6,2 magnetudo, walaupun sudah ratusan kali terjadi gempa susulan, namun hanya 8 kali yang di rasakan oleh masyaratlrakat.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, jika gempa bumi tektonik adalah jenis gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng plat tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut bumi. Gempa bumi ini adalah jenis gempa yang paling sering dirasakan, terutama di Indonesia.

“Jadi posisi lempengan itu jika sudah menempati yang pas, maka gempa diharapkan sudah berhenti. Karena puncak gempa tektonik itu hanya satu kali,” katanya.

Gempa yang sudah mulai melemah tersebut tidak membahayakan seperti gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Makanya, lanjut Dwikorita Karnawati jika masyarakat kembali ke rumah yang rumah tidak rusak sudah bisa. Namun, yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah kondisi cuaca.

“Yang perlu di waspadai setelah gempa ini adalah potensi longsor yang materialnya tersapu oleh air hujan yang masih teronggok di lereng gunung. Jika diguyur hujan akan mengikuti aliran sungai, jika aliran sungai itu tersumbat maka akan mencari tempat aliran lain. Takutnya akan mengenai rumah warga,” katanya.

Untuk pengamanan banjir, lanjutnya bagi warga yang tinggal lebih kurang 200 meter dari bibir sungai diharapkan tidak perlu resah, tetap dirumah dan jangan panik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.