Iklan
Iklan

Gusnedi “Daeng” Adang: Dari PSSI Primavera, Pelatih Profesional hingga Membidik Emas Bersama Tanah Datar

Oleh : Boeng Doy (Komisi Disiplin Askab PSSI Tanah Datar)

Tanah Datar- Nama Gusnedi “Daeng” Adang bukan sosok baru dalam perjalanan sepak bola Sumatera Barat dan nasional. Mantan pemain profesional yang pernah menjadi bagian dari program PSSI Primavera tersebut kini dipercaya menangani tim sepak bola Kabupaten Tanah Datar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.

Penulis mengenal sosok Gusnedi Adang ini, sekitar tahun 1991-1993, walau ini sebuah kenangan beberapa tahun silam, namun suatu kebanggaan pernah merumput melawan mantan bek SMP 13 Padang ini saat berlaga pada Final POPSI (Pekan Olahraga Siswa Seluruh Indonesia) antar SLTP beberapa tahun lalu.

Sejak itu, ia mengasah kemampuannya di lapangan hijau sehingga jejak Gusnedi di dunia sepak bola bermula sebagai pemain SMP 13 Padang itu, Pria kelahiran Bukit Ambacang, Bukittinggi, pada 1976 itu dikenal sebagai pemain berposisi bek sayap. Ia tercatat sebagai salah satu pemain Indonesia yang mengikuti program PSSI Primavera 1993, sebuah program pembinaan pemain muda Indonesia yang dikirim ke Italia untuk berlatih dan berkompetisi.

Dalam skuad Primavera, Gusnedi berada satu angkatan dengan sejumlah nama yang kemudian menjadi pemain penting sepak bola Indonesia, di antaranya Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Yeyen Tumena, Anang Ma’ruf dan Kurnia Sandy.

Pengalaman sebagai pemain kemudian membawanya ke sejumlah klub profesional. Gusnedi tercatat pernah memperkuat Pelita Jaya, Perseden Denpasar, Persebaya, Mitra Kukar dan Persiba Bantul.

Rekam jejak tersebut membuat namanya tidak hanya dikenal di lingkungan sepak bola Bukittinggi, tetapi juga dalam lingkup sepak bola profesional Indonesia.

Menariknya, pengalaman Primavera tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Setelah berkarier sebagai pemain, Gusnedi beralih ke dunia kepelatihan. Ia pernah dipercaya sebagai asisten pelatih Pra-PON Sumatera Barat dan asisten pelatih PSPS Riau.

Ia juga tercatat sebagai salah satu mantan pemain Primavera yang kemudian berkiprah sebagai pelatih di daerahnya.

Pada 2015, Gusnedi juga mendirikan SSB Primavera Baretti di Bukittinggi sebagai wadah pembinaan sepak bola usia dini. Sekolah sepak bola tersebut bahkan menjadi lokasi reuni sejumlah mantan pemain Primavera dan Baretti ketika diresmikan.

Nama Gusnedi semakin mencuat ketika dipercaya menangani PSKB Bukittinggi. Pada Liga 3 Sumatera Barat 2021, PSKB tampil sebagai juara grup dan kemudian melaju hingga semifinal hingga pernah membawa PSKB menjuarai Liga 3 Sumatera Barat 2021 lalu.

Di balik keberhasilan tersebut, nama Gusnedi Adang menjadi salah satu sosok yang mendapat sorotan sebagai pelatih tim berjuluk Tim Jam Gadang.

Karier kepelatihannya kemudian berlanjut. Pada 2023, Gusnedi meninggalkan PSKB dan menangani Pekanbaru Warriors FC di Riau. Pemberitaan tersebut sekaligus kembali menegaskan statusnya sebagai mantan pemain nasional seangkatan Kurniawan Dwi Yulianto dan alumni Timnas Primavera 1993.

Dan pada 2026 ini, Gusnedi kembali mendapat tantangan di level daerah. Ia dipercaya menangani tim sepak bola Porprov Kabupaten Tanah Datar. Dalam sebuah laga uji coba menghadapi Porprov Bukittinggi pada Agustus 2026, Tanah Datar yang ditangani Gusnedi tampil dengan skema 4-2-1-3. Meski akhirnya kalah 0-1, permainan Tanah Datar pada awal pertandingan disebut mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah.

Rekam jejak panjang sebagai pemain profesional, pengalaman Primavera, keterlibatan dalam pembinaan usia dini, hingga pengalaman menangani klub dan tim daerah menjadi modal yang dibawa Gusnedi ke Tanah Datar.

Kini, pengalaman tersebut diuji kembali di panggung Porprov 2026. Bersama skuad Tanah Datar, Gusnedi tidak hanya membawa nama besar masa lalunya sebagai mantan pemain Primavera, tetapi juga dituntut menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi kekuatan di lapangan.

Bagi sepak bola Tanah Datar, kehadiran Gusnedi menjadi bagian dari upaya membangun tim yang memiliki organisasi permainan, disiplin serta mental bertanding.

Target medali emas yang dicanangkan kontingen sepak bola Tanah Datar pun menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih yang telah merasakan atmosfer sepak bola nasional sejak era Primavera tersebut.

Dari Italia pada era 1990-an, lapangan sepak bola profesional Indonesia, bangku kepelatihan PSKB dan klub Riau, kini Gusnedi “Daeng” Adang membawa pengalaman panjangnya ke Tanah Datar di Porprov 2026 dan akan menjadi pembuktian kepelatihan berikutnya.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News