PURBALINGGA — Di lokasi pembangunan Jembatan Garuda yang akan menjadi penghubung antara dua desa, yakni Krangean dan Ponjen, nampak pemandangan lain yang tak kalah mencuri perhatian. Pemandangan itu adalah suasana kebersamaan warga, baik muda ataupun tua, bersama Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga saat melakukan estafet ember berisi material tanah.
Di lokasi tersebut, seluruh potensi alam seolah menjadi berkah tersendiri dalam program TMMD ini, sebab banyak material alami yang bisa dimanfaatkan, salah satunya ialah tanah untuk pembangunan jembatan. Tidak hanya batu untuk penguatan rabat beton, tanah alami dari sekitar lokasi jembatan pun turut digunakan untuk memperkuat konstruksi rabat beton yang sedang dikerjakan bersama.
Ember-ember itu berpindah cepat dari tangan ke tangan. Warga dan anggota Satgas berdiri berjajar membentuk barisan panjang. Tanpa banyak aba-aba, mereka bergerak kompak mengalirkan material menuju titik pengerjaan. Sesekali terdengar candaan yang memecah suasana, membuat pekerjaan berat terasa lebih ringan.
Tak ada sekat antara warga dan TNI. Semua larut dalam kerja bersama. Kaum muda tampak sigap mengangkat ember, sementara para orang tua ikut membantu semampunya. Keringat yang membasahi pakaian justru menjadi saksi kuatnya semangat gotong royong di Desa Krangean.
Rahmin, salah satu anggota Satgas TMMD, mengatakan kekompakan warga menjadi energi tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda. Menurutnya, antusiasme masyarakat membuat proses pekerjaan berjalan lebih cepat.
“Warga di sini sangat semangat membantu. Mulai dari pengambilan material sampai estafet ember dilakukan bersama-sama. Ini yang membuat pekerjaan terasa ringan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kusno, salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pembangunan jembatan yang nantinya akan digunakan masyarakat sehari-hari.
“Karena ini untuk kepentingan bersama, jadi warga ikut membantu dengan sukarela. Kalau ramai-ramai seperti ini pekerjaan juga jadi cepat selesai,” kata Kusno sambil tersenyum.
Di balik ember-ember sederhana yang terus berpindah itu, tersimpan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan utama TMMD. Tidak hanya membangun jembatan penghubung antar desa, kegiatan tersebut juga membangun kedekatan antara TNI dan masyarakat melalui gotong royong yang tumbuh alami dari desa.(faiza)



















