Sabtu, Mei 25, 2024

KWRI Tanah Datar Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat SLTA/Perguruan Tinggi

Must read

Tanah Datar,dutametro.com.- KWRI Tanah Datar Gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat SLTA/Perguruan Tinggi.Sebanyak 50 orang siswa SLTA sederajat dan mahasiswa se Kabupaten Tanah Datar, ikuti pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWR) Tanah Datar, Selasa (7/11/2023) di gedung PKK Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan dunia jurnalistik kepada para peserta, sehingga nantinya peserta memahami apa itu produk jurnalistik dan mana yang bukan.

Ketua KWRI Tanah Datar Bonar Surya Winata dikesempatan tersebut menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik tingkat SLTA/Perguruan Tinggi se Tanah Datar ini merupakan upaya KWRI untuk terus berbenah diri dan meningkatkan eksistensi didalam menjalankan tugas-tugas kewartawanannya di Kabupaten Tanah Datar.

“Melalui pelatihan ini kami berharap keberadaan KWRI di Tanah Datar hendaknya mampu menjadi panutan bagi rekan sejawat, sekaligus meningkatkan profesionalitas seluruh anggota yang notabene selalu berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan ini, Bonar berharap hendaknya mampu memahami apa itu dunia jurnalistik dan mampu membedakan mana itu produk jurnalistik dan mana yang bukan.

Bupati Tanah Datar yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Yusrizal dalam sambutannya menilai kegiatan pelatihan ini sangat strategis karena merupakan salah satu upaya dari KWRI dalam mendekatkan jurnalis dimata publik.

“Kita tahu bahwa masih ada masyarakat kita yang belum bisa sepenuhnya menerima keberadaan para jurnalis, untuk itu kegiatan ini sangat strategis didalam upaya mengenalkan masyarakat betapa pentingnya keberadaan seorang jurnalis didalam menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui medianya,” kata Yusrizal.

Yusrizal juga mengatakan, dunia jurnalistik saat ini jauh berbeda dengan dulu. Karena di zaman digitalisasi saat ini semua orang sudah dengan mudah bisa mengakses media sosial, sehingga berbagai informasi mudah didapatkan.

Namun demikian, tambah Yusrizal, banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan mana yang benar-benar informasi dan mana yang bukan (hoaks). Untuk itu, melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu memahami informasi yang benar dan yang salah.

“Fenomena saat ini banyak orang yang dengan mudah menyampaikan informasi melalui media sosial, namun itu bukanlah sebuah karya jurnalistik, karena seorang jurnalis didalam menyampaikan informasi kepada masyarakat memiliki kode etik yang harus ditaati. Dari itu, Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini ananda semua apa itu yang dinamakan kode etik jurnalistik,” harapnya.

Diakhir sambutannya, Yusrizal menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua dan seluruh anggota KWRI Tanah Datar yang telah menggelar pelatihan ini.

Pelatihan jurnalistik tingkat SLTA/Mahasiswa se Tanah Datar tersebut juga menghadirkan narasumber DR. H. Amiruddin, SH, MH dari kota Padang. (hp)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article