Gas Melon Langka Jelang Lebaran di Sungai Penuh, Harga Tembus Rp35 Ribu Diduga Ada Permainan Oknum

SUNGAl PENUH, dutametro.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, masyarakat Kota Sungai Penuh mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Kondisi ini bahkan sudah dirasakan warga sejak sekitar satu minggu terakhir, Selasa (10/3/2026).

Kelangkaan gas melon tersebut berdampak pada lonjakan harga di tingkat pengecer. Jika pada kondisi normal harga gas elpiji 3 kg berkisar Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung, kini di sejumlah tempat harga melonjak hingga Rp35.000 per tabung.

Gas elpiji subsidi sendiri merupakan kebutuhan pokok masyarakat, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan. Karena itu, masyarakat berharap distribusi gas lebih diawasi agar benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan warga.

“Susah didapat, sudah mutar-mutar mencarinya. Kalaupun ada, harganya sudah Rp35 ribu per tabung,” ujar salah seorang warga yang mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan atau permainan distribusi oleh oknum tertentu untuk memanfaatkan momentum menjelang Lebaran. Masyarakat pun mendesak pihak terkait agar segera melakukan pengawasan, pemanggilan terhadap pengecer yang diduga melanggar aturan, serta menindak tegas jika ditemukan praktik penimbunan gas subsidi. (Tim)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News