ABG 15 Tahun Disekap-Perkosa Badut di Pekanbaru Selama 5 Hari di Kontrakan

Pekanbaru, Dutametro – Seorang pria berinisial YL (3) yang bekerja sebagai badut ditangkap setelah menyekap dan memperkosa seorang ABG 15 tahun di Pekanbaru. Sebelumnya korban dilaporkan hilang 5 hari.

Menurut keterangan Kapolresta Pekanbaru Kombes Jefri Siagian mengatakan korban tidak pulang sejak pamit pergi sekolah di Jalan Nelayan Rumbai pada 3 Mei lalu. Kemudian keluarga yang panik melakukan pencarian dan buat laporan polisi.

Jefri mengatakan, “Setelah pulang sekolah korban yang masih berpakaian sekolah tidak pulang ke rumah. Melainkan pergi tanpa izin kedua orang tuanya,” ujarnya, Selasa (9/5/2023).

Selanjutnya esok harinya, orang tua korban datang ke sekolah. Lalu di sana diketahui korban pamit pulang dijemput abangnya setelah pinjam handphone seorang guru.

Disebutkan Jefri, “Orang tua korban ke sekolah. Dari pihak sekolah mengatakan korban meminjam handphone orang kantin dan meminjam handphone guru. Katanya menghubungi abangnya yang mau menjemput pulang,” ujar Kapolresta lagi.

Kemudian keluarga menemukan handphone milik korban di rumah. Dimana setelah dicek, keluarga menemukan ada komunikasi antara korban dengan seorang pria sambil pegang uang.

Lalu orang tua korban pun menanyakan sosok pria tersebut. Setelah itu barulah diketahui, pria itu adalah YL yang sehari-hari menjadi badut di simpang Arifin Achmad Pekanbaru.

Selanjutnya ujar Jefri, “Orang tua korban dan tetangganya pergi mencari ke simpang lampu merah Arifin Achmad. Saat sampai di sana mereka menemukan pelaku badut dan berusaha kabur, katanya.

Kemudian setelah diamankan, keluarga bertanya ke YL di mana korban. Pelaku pun mengaku korban ada di rumah kontrakan di jalan Seroja, Tampan.

Seterusnya sebut Jefri, “Sampai di rumah kontrakan pelaku di Jalan Seroja ditemukan pintu kamar dirantai dan digembok kemudian dibuka paksa ternyata benar korban sedang berada di dalam kamar. Setelah itu lalu korban dan pelaku dibawa ke Polsek Tampan,” bebernya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui korban sudah tinggal di rumah pelaku sejak 3-7 Mei. Jadi, 5 hari disekap, korban disebut selalu diberi makan dan dibelikan pakaian.

Namun, setiap pelaku keluar rumah korban selalu dikunci di kamar dengan cara dirantai. Pelaku melakukan hal itu agar korban tidak keluar rumah dan menghindari diketahui orang lain.

Dituturkan Jefri, “Setiap pelaku keluar pergi menjadi badut, korban ditinggalnya di dalam kamar dan pintu kamar selalu dirantai dan dikunci dari luar. Tindakan ini agar korban tidak bisa keluar dari kamar guna menghindari diketahui oleh orang lain. Diakuinya selama korban berada di kamar sudah lima kali korban disetubuhi pelaku,” kata Jefri.(H.A)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News