KOTAMOBAGU,DutaMeteo.com— Tragedi kecelakaan dalam kegiatan drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, menyisakan duka mendalam. Sejumlah korban meninggal dunia dimakamkan di tengah perhatian serius jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Kapolda Sulawesi Utara, Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., turun langsung menghadiri prosesi pemakaman salah satu korban di Desa Pontodon, Senin (10/8/2026).
Kapolda hadir bersama Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol. Inf. Manashe Lomo, S.H., M.I.P., serta jajaran Forkopimda Kota Kotamobagu.
Usai menghadiri pemakaman, Kapolda bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Forkopimda langsung meninjau lokasi kejadian di Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi sekaligus memastikan proses penanganan musibah berjalan.Kapolda juga memantau kondisi para korban yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Monompia Kotamobagu.
Sebelumnya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu bersama Forkopimda serta jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu turut menghadiri pemakaman korban di sejumlah lokasi, yakni Kelurahan Upai, Desa Bilalang 3 Utara, Desa Bilalang 4, dan Desa Bilalang Baru.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keluarga yang ditinggalkan pascainsiden tragis tersebut.
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P., Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, S.H., M.E., para Asisten, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, serta Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, S.Pd., S.E., M.Pd.
Musibah tersebut kini menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah daerah. Peninjauan langsung ke lokasi serta pemantauan korban di rumah sakit dilakukan untuk memastikan penanganan pascakejadian berjalan maksimal dan seluruh korban mendapat perhatian yang semestinya.***






