Pulau Taliabu, dutametro.com – Di tengah perjuangan tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dukungan dari balik garis penanganan menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan. Personel Prajawati Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Srikandi Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Taliabu diterjunkan ke dapur Posko Penghubung Desa Nggele untuk memastikan kebutuhan konsumsi dan logistik petugas selama masa tanggap darurat tetap terpenuhi.
Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap operasi penanganan karhutla yang membutuhkan tenaga, ketahanan fisik, serta koordinasi lintas instansi. Ketika tim gabungan berjibaku menghadapi kobaran api di lapangan, para personel perempuan ini mengambil peran penting dalam menyiapkan makanan dan mendistribusikannya kepada petugas yang bertugas.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pulau Taliabu, Abdul Jalil, menjelaskan bahwa keberadaan personel Prajawati Satpol PP dan Srikandi Damkar di dapur posko merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran operasi pemadaman. Ketersediaan makanan yang cukup dan tepat waktu dinilai penting untuk menjaga stamina petugas selama menjalankan tugas di tengah kondisi medan yang menantang.
“Anggota Prajawati Satpol PP dan Srikandi Damkar siap membantu di dapur Posko Penghubung Desa Nggele untuk memastikan konsumsi bagi tim gabungan pemadaman kebakaran, TNI, Polri, ASN, dan warga tercukupi selama status tanggap darurat,” ujar Abdul Jalil, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla di Pulau Taliabu membutuhkan kerja sama seluruh unsur yang terlibat. Petugas di lapangan tidak hanya menghadapi cuaca dan medan yang sulit, tetapi juga harus menjaga kondisi fisik agar dapat menjalankan upaya pemadaman secara optimal.
Karena itu, pengelolaan dapur posko menjadi bagian penting dari dukungan operasional. Ketersediaan konsumsi yang teratur dan merata diharapkan membantu menjaga daya tahan para personel selama menjalankan tugas di wilayah terdampak.
Abdul Jalil menambahkan, para Srikandi Satpol PP dan Damkar bertugas mengolah serta mendistribusikan makanan secara berkala melalui dapur Posko Penghubung Desa Nggele. Dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan konsumsi tim gabungan tetap terlayani selama penanganan darurat berlangsung.
Keterlibatan para personel perempuan ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya soal memadamkan api, melainkan juga tentang kesiapan logistik, pembagian peran, dan solidaritas seluruh unsur yang terlibat.
Dengan dukungan yang terkoordinasi, operasi penanganan karhutla di Kabupaten Pulau Taliabu diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sementara kebutuhan dasar para petugas yang berada di garis penanganan tetap terpenuhi.
(JK)










