Iklan
Iklan

Cahaya Nostalgia di Kubu Gadang, Menghidupkan Ekonomi dan Kegembiraan Rakyat

​PAYAKUMBUH,Duta Metro.com – Gelanggang Kubu Gadang, Kelurahan Tiakar, kini punya cerita baru setiap malamnya. Sejak medio April lalu, Pasar Malam Cahaya Intertemen hadir menyalakan pendar lampu dan tawa warga, menawarkan alternatif hiburan keluarga yang kian dirindukan di era modern.

​Kehadiran pasar malam ini bukan sekadar tentang wahana permainan, namun merupakan sebuah ikhtiar untuk menghidupkan kembali “ruang tamu” bagi warga Luak Limopuluah.

​Di bawah arahan Mindo selaku penggagas, berbagai wahana ikonik seperti kora-kora, balon udara, hingga komedi putar menjadi magnet utama. Hiburan klasik ini seolah menjadi penawar rindu bagi orang tua sekaligus pengenalan budaya bermain bagi generasi muda dengan harga yang sangat terjangkau.

​”Kami ingin warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke luar kota hanya untuk mencari kegembiraan keluarga. Di sini, tawa anak-anak adalah prioritas, sementara ekonomi kecil tetap bisa bernapas,” ujar Mindo.

​Lebih dari sekadar tempat bermain, ekosistem ini adalah bentuk nyata ekonomi kerakyatan. Dengan melibatkan sekitar 30 warga setempat sebagai operator dan pedagang, pasar malam ini berhasil menciptakan lapangan kerja instan yang berdampak langsung pada dapur masyarakat sekitar.

​Kantan (56), tokoh pemuda Tiakar, mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, keberadaan wahana di lingkungan sendiri sangat membantu efisiensi biaya dan waktu bagi masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

​Meski sempat ditantang cuaca hujan dalam sepekan terakhir, optimisme pengelola dan warga tetap tinggi. Namun, ada beberapa catatan penting demi kenyamanan bersama.

​Warga berharap pengunjung menjaga suasana tetap kondusif, bersih, dan bebas dari pengaruh negatif seperti alkohol. Muncul harapan agar Pemerintah Kota Payakumbuh turut hadir, terutama dalam penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di area sekitar yang masih gelap, demi keamanan pengunjung di malam hari.

​”Jika dikelola secara rutin, kegiatan ini bisa menjadi sarana belajar bagi pemuda lokal dalam manajemen acara (event organizer),”ujar Kantan. Yon

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News