Iklan
Iklan

Bahu–Membahu di Lokasi TMMD ke-130: 184 Prajurit, Aparat, dan Warga Satu Semangat Bangun Lingo Lango

TANARIGHU / SUMBA BARAT — Tidak ada sekat antara seragam dan pakaian harian di lokasi pembukaan jalan Desa Lingo Lango, Rabu (14/10/2026). Pada hari pertama pelaksanaan fisik TMMD ke-130, 140 personel TNI, 10 personel Polri, 4 perangkat pemerintah daerah, dan 30 warga masyarakat tampak menyatu bekerja membuka akses jalan yang akan menjadi urat nadi kemajuan desa tersebut.
Meski progres baru mencapai 1 persen dari total rencana pembukaan jalan sepanjang 3.000 meter dengan lebar 5 meter, semangat kebersamaan di lapangan justru menjadi pencapaian pertama yang paling nyata. Di sela-sela pengoperasian alat berat, warga dan prajurit bekerja bergantian, saling membantu, dan berbagi beban kerja tanpa memandang pangkat atau kedudukan.
Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han., menegaskan bahwa angka persentase kemajuan fisik penting, namun ikatan yang terjalin antara TNI dan masyarakat adalah hal yang paling dijunjung tinggi dalam program ini.
“TMMD bukan sekadar soal berapa meter jalan yang kita buka atau berapa sumur yang kita bangun. TMMD adalah tentang menyatukan langkah, seperti tema yang kita usung: ‘Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa’. Ketika prajurit dan warga bekerja bahu-membahu di bawah terik matahari, di situlah persatuan itu terbentuk secara nyata, bukan hanya di atas kertas atau di panggung upacara,” tegas Letkol Ignasius.
Selain pembukaan jalan yang menjadi fokus utama saat ini, rangkaian kegiatan TMMD ke-130 juga mencakup pembangunan 3 unit MCK, 1 unit sumur bor, serta program penghijauan yang akan dilaksanakan pada tahap akhir. Semua dirancang untuk kebutuhan jangka panjang warga, menjamin ketersediaan air bersih, sanitasi yang layak, serta lingkungan yang lestari.
Keterlibatan warga sejak hari pertama menunjukkan kepercayaan yang tumbuh antara aparat dengan masyarakat. Bagi warga, kehadiran Satgas TMMD dirasakan bukan sebagai tamu, melainkan saudara yang datang membantu memajukan desanya sendiri.
“Kami hadir sebagai mitra. Warga bukan sekadar penonton, mereka adalah pelaku utama pembangunan ini. Setiap pekerjaan yang dilakukan bersama akan dijaga bersama pula. Itulah warisan paling berharga yang ingin kami tinggalkan di Lingo Lango — bukan hanya jalan yang mulus, melainkan kesadaran bahwa bersatu, kita mampu mengubah keadaan,” ujar Letkol Ignasius menambahkan.
Seluruh kegiatan TMMD ke-130 ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari. Setiap tahapan pengerjaan akan terus melibatkan partisipasi masyarakat, sehingga pada saat kegiatan berakhir, tidak hanya infrastruktur yang siap digunakan, melainkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin kokoh sebagai modal utama pembangunan daerah.(Zafa)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News