Iklan
Iklan

Hapkido Sumbar, Yon Deri Karata Tokoh Penggerak Bela Diri Berpestasi

Sumatera Barat – Perjalanan Hapkido di Sumatera Barat bukan sekadar kisah lahirnya cabang olahraga bela diri baru. Di balik perkembangannya, tersimpan perjuangan panjang para pelopor yang membangun organisasi dari nol hingga mampu menorehkan prestasi nasional dan internasional.

Salah satu tokoh sentral di balik kebangkitan Hapkido Ranah Minang adalah Yon Deri Karata. Sosok yang dikenal sebagai founder sekaligus penggerak utama perkembangan Hapkido Sumbar ini berhasil membawa olahraga bela diri asal Korea Selatan tersebut menjadi salah satu cabang olahraga berprestasi di daerah.

Lahir di Solok, 28 April 1976, Yon Deri Karata dikenal memiliki dedikasi tinggi di dunia olahraga dan bela diri. Ketertarikannya pada Taekwondo, Kumdo, hingga Hapkido membentuk dirinya sebagai pembina atlet yang disiplin dan visioner.

Saat ini ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Daerah Hapkido Indonesia Sumatera Barat, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi, Pengumpulan dan Pengolahan Data KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030, sekaligus Ketua Yondeka Premiere Hapkido Club (YPC) Sumatera Barat.

Dengan latar pendidikan Strata 2 (S2), Yon Deri Karata tidak hanya membangun Hapkido sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, disiplin, mental juang, dan persaudaraan. Filosofi “HAPKIDO, The Way of Harmony” menjadi landasan perjuangannya membina atlet dan organisasi di Sumatera Barat.

Perkembangan Hapkido Sumbar bermula pada tahun 2014 saat Bambang Satria mengikuti Seminar Nasional Hapkido Indonesia pertama di Yogyakarta. Sepulang dari kegiatan tersebut, Hapkido mulai diperkenalkan di sejumlah daerah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Lima Puluh Kota.

Tonggak sejarah berikutnya hadir pada 14–15 Januari 2017 ketika Rolef Leogustri memotori seminar pertama Hapkido Sumatera Barat di Kota Padang dengan menghadirkan Master Vincentius “Yoyok” Suryadi selaku Founder Hapkido Indonesia.

Momentum itu menjadi titik awal berkembangnya berbagai dojang dan lahirnya komunitas Hapkido di Ranah Minang.
Yon Deri Karata Dirikan Dojang Pertama
Babak baru perkembangan Hapkido Sumbar dimulai pada 1 Februari 2017 ketika Yon Deri Karata mendirikan dojang pertama Hapkido di Sumatera Barat, yakni Koto Basaga Hapkido Club di Kota Padang.

Dojang tersebut menjadi pusat pembinaan atlet pertama sekaligus cikal bakal berkembangnya Hapkido ke berbagai daerah di Sumatera Barat.

Yon Deri Karata dikenal sebagai Founder Hapkido Sumbar, Head Leader Hapkido Sumbar, pemegang sabuk hitam tertinggi di Sumbar dengan tingkatan DAN 3 WHMAF, Pelatih Kepala Hapkido Sumbar, serta pemegang lisensi aktif Pelatih Nasional, Wasit Nasional, dan Wasit Internasional Hapkido.

Di bawah kepemimpinannya, Hapkido berkembang pesat hingga menjangkau Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Agam, Sijunjung, Sawahlunto, Pasaman Barat, hingga Kota Pariaman.

Kerja keras para pelopor akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2019, Hapkido Sumatera Barat resmi diterima sebagai anggota KONI Sumatera Barat.

Pengakuan tersebut menjadi sejarah penting karena menandai Hapkido sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara resmi di daerah.

Saat ini, Hapkido Sumbar telah memiliki 17 pengurus cabang kabupaten/kota dari total 19 daerah di Sumatera Barat. Hanya Dharmasraya dan Kepulauan Mentawai yang belum memiliki kepengurusan cabang.

Dalam waktu yang relatif singkat, Hapkido Sumatera Barat berhasil menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat nasional hingga internasional.

Mulai dari medali di Kejurnas, sukses di PON Papua 2021, hingga meraih emas pada Kejuaraan Asia WHMAF Hongkong 2024 menjadi bukti nyata perkembangan pesat Hapkido Sumbar.

Sumatera Barat juga sukses menjadi tuan rumah Kejurnas V Hapkido Indonesia tahun 2022 di Kota Padang, yang menjadi momentum penting kebangkitan Hapkido di daerah.

Kesuksesan Hapkido Sumbar tidak lepas dari konsistensi pembinaan atlet, pelatih, wasit, dan juri melalui seminar teknik, pelatda, ujian kenaikan tingkat, hingga kejuaraan daerah dan nasional.

Kini puluhan pelatih sabuk hitam aktif tersebar di berbagai daerah dan menjadi tulang punggung pembinaan atlet muda Sumatera Barat.

Perjalanan Hapkido Sumatera Barat membuktikan bahwa semangat pengabdian, disiplin, dan kerja keras mampu melahirkan organisasi olahraga yang kuat dan berprestasi.

Peran para pelopor seperti Bambang Satria, Rolef Leogustri, dan terutama Yon Deri Karata menjadi bagian penting dalam sejarah kebangkitan Hapkido di Ranah Minang.

Dengan dukungan pengurus, pelatih, atlet, KONI, dan pemerintah daerah, Hapkido Sumatera Barat diyakini akan terus berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga bela diri unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat dunia.**(yans)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News