Iklan
Iklan

Semangat Tak Pernah Tua, Cipto Suparno Jadi Inspirasi TMMD Reguler Ke-128 Kodim Sragen

Kodim Sragen -Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan langkah Cipto Suparno (74), warga Dukuh Purworejo, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Di usianya yang tak lagi muda, lelaki sepuh itu masih tampak gagah memikul batu padas demi menyelesaikan pekerjaan pembereman bahu jalan dalam program TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro.

Dengan mengenakan kaos merah dan topi lusuh yang melindungi wajahnya dari panas, Cipto berjalan perlahan sambil mengangkat batu besar di kedua tangannya. Keringat mengalir deras di wajahnya, namun semangat gotong royong yang tertanam sejak muda membuatnya tetap bertahan di tengah hiruk pikuk pengerjaan jalan desa.

“Selama masih kuat, saya ingin ikut membantu. Jalan ini nantinya untuk kepentingan bersama, untuk anak cucu kami juga,” ucap Cipto lirih di sela aktivitasnya.

Pemandangan itu menjadi potret nyata semangat rakyat dalam mendukung pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Di tengah usia yang senja, Cipto tidak memilih duduk diam di rumah. Ia justru hadir di lokasi pekerjaan sejak pagi, menyatu bersama anggota Satgas TMMD dan warga lainnya.

Bagi masyarakat Desa Puro, sosok Cipto bukan hanya sekadar warga biasa. Ia menjadi simbol ketulusan dan semangat pengabdian tanpa pamrih.

Langkahnya yang perlahan namun penuh keyakinan seolah mengajarkan bahwa cinta terhadap desa tidak mengenal batas usia.

Samsul salah satu anggota Satgas TMMD yang melihat perjuangan Cipto pun mengaku terharu dan bangga. Kehadirannya menjadi suntikan motivasi bagi seluruh warga dan personel TNI yang bekerja di lapangan.

“Pak Cipto luar biasa. Di usia 74 tahun beliau masih ikut bekerja membantu pembangunan jalan. Ini bukti nyata semangat gotong royong masyarakat masih sangat kuat,” ujar Samsul anggota satgas TMMD”.(Minggu)17/5/2026.

Program TMMD Reguler Ke-128 Kodim Sragen sendiri terus menghadirkan kedekatan antara TNI dan rakyat. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat persatuan di tengah masyarakat.

Di balik tumpukan batu dan debu pembangunan itu, ada kisah ketulusan seorang lelaki tua yang mengajarkan arti perjuangan. Bahwa pengabdian kepada desa tidak diukur dari usia, melainkan dari niat dan kepedulian yang tumbuh dari hati.

Semangat Cipto Suparno hari itu menjadi pesan sederhana namun begitu mendalam,
gotong royong adalah warisan bangsa yang akan tetap hidup, selama masih ada hati yang rela bekerja demi sesama.(faiza)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News