Iklan
Iklan

Satpam Pabrik Hajar dan Keroyok Anggota Polisi Didepan Anaknya, Pelaku Berhasil Ditangkap

Bandung, Dutametro.com – Seorang anggota polisi berinisial Bripka DAH dipukul dan dikeroyok oleh pemuda bernama Rifki Nugraha Saputra (21) bersama dengan empat rekannya. Kejinya korban dipukul didepan anaknya hanya karena tak terima ditegur saat berpapasan di kawasan Bundaran Suci, Kecamatan Karangpawitan, Garut.

Sementara keempat rekan pelaku yaitu Dras Prabu Mutafawana (26), Andri Supriyadi (21), Ismail Supriadi (18), serta seorang ABG berinisial R yang masih berusia 17 tahun saat mengeroyok korban.

Selanjutnya akibat kejadian tersebut, korban yang berdinas di Polsek Cisompet, Garut mengalami luka-luka. Mirisnya, anak korban sempat tersungkur dari motor sebelum akhirnya diselamatkan warga setempat.

Adapun kejadian ini mencuat setelah aksi pengeroyokan kelima pria tersebut viral dan menjadi perbincangan. Dalam sebuah rekaman CCTV berdurasi 57 detik pun memperlihatkan bagaimana kebrutalan kelimanya saat korban dikeroyok.

Sementara itu pengeroyokan terjadi saat sedang ada kemacetan di Bundaran Suci. Kebetulan saat itu, Bripka DAH sedang melintas menggunakan motor di lokasi usai menjemput anaknya dari tempat les. Ia tadinya hendak pulang ke rumahnya di Karangpawitan, Garut.

Bahkan sebagai abdi negara, Bripka DAH refleks hendak turun dari motor untuk mengurai kemacetan itu. Penyebabnya ternyata banyak karyawan pabrik PT Daux yang hendak pulang kerja. Kemacetan makin diperparah karena banyak angkot yang mangkal di sana.

Selanjutnya korban akhirnya mendatangi satpam pabrik, Rifki Nugraha Saputra. Korban tadinya hanya menegur Rifki supaya memerintahkan angkot yang mangkal segera melaju untuk mengurai kemacetan. Namun ternyata, Rifki tidak terima dan mendorong korban hingga terjatuh dari motornya.

Menurut Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengatakan “Korban ini sedang bersama anaknya yang masih kecil, menjemput les. Di lokasi, korban melihat ada kemacetan,” ujarnya, Selasa (13/6/2023).

Kemudian dari sini lah, bogem mentah Rifki dilayangkan ke Bripka DAH. Bahkan karena aksinya, anak korban sampai terjatuh dari motor tersebut.

Selanjutnya melihat insiden itu, empat orang teman Rifki, masing-masing Dras Prabu, Andri Supriyadi, Ismail dan seorang ABG yang berprofesi sebagai kernet angkot langsung memukuli korban ramai-ramai. Korban pun tersungkur terkena hantaman saat dikeroyok para pelaku.

Bahkan ironisnya, korban dikeroyok di hadapan anaknya sendiri. Namun untungnya, anak korban berhasil diselamatkan warga sekitar yang melihat insiden ini.

Selanjutnya akibat kejadian ini, Bripka DAH mengalami luka di tubuhnya. Polisi kemudian turun tangan untuk memburu pelaku pengeroyokan secara brutal tersebut.

Disebutkan Rio, “Ini kejadian yang sangat memilukan, sehingga langsung saya perintahkan Kasat Reskrim dan Kapolsek untuk menangkap para pelaku” katanya.

Kemudian setelah diburu, tiga pelaku termasuk Rifki ditangkap beberapa jam setelah kejadian. Sedangkan dua lainnya ditangkap keesokan harinya.

Ria mengungkapkan, “Kami mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya baju yang digunakan para pelaku saat kejadian,” ucapnya.

Selanjutnya berdasarkan pengakuan para pelaku kepada penyidik, mereka nekat melakukan aksi keroyok tersebut demi membantu Rifki, yang dianggap berkelahi dengan korban. Mereka pun kini sudah ditahan di Polres Garut.

Maka akibat perbuatannya, kelima bang jago ini terancam dijerat Pasal 170 KUHP ayat 1 dan 2 tentang Pengeroyokan. Ancaman hukumannya selama 7 tahun kurungan penjara.(H.A)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News