Minggu, Februari 25, 2024

Setahun Lebih Paska Terbakar Bangunan Heritage GPK Masih Dalam Penyidikan Polisi

Must read

Sawahlunto, dutametro.com–Setahun Lebih Paska Terbakar Bangunan Heritage GPK Masih Dalam Penyidikan Polisi. Setahun lebih sudah icon bangunan heritage Gluck Auf atau Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto terbakar tepatnya 3 November 2022, hingga saat ini masih dibiarkan terbengkalai. Hal ini senantiasa menjadi pertanyaan bagi warga kota kapan gedung ini kembali diperbaiki.

Sebagai salah satu bangunan world heritage Ombilin Coal Minning Heritage of Sawahlunto yang ditetapkan oleh UNESCO, semestinya harus segera dibangun kembali, namun sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Karena bangunan ini merupakan bangunan cagar budaya dunia UNESCO, tentu membutuhkan kajian ahli. Kami tengah meminta pendapat saksi ahli cagar budaya dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta,” ujar Kapolres Sawahlunto AKBP. Purwanto Hari Subekti saat dikonfirmasi dutametro.com.

Kapolres Purwanto menambahkan, sebagai bangunan warisan dunia tentu perlu kajian yang mendalam melalui pakar atau ahli sehingga penyidikan paska kebakaran tersebut bisa diketahui secara pasti serta langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.
“Kita agak lambat karena ini situs warisan dunia, kita tidak boleh sembarangan dan disini kita mencari saksi ahli yang pas. Ternyata Polda juga pernah menangani kasus seperti ini,” jelas AKBP. Purwanto.

Lebih jauh dijelaskan Kapolres, karena status bangunan adalah aset Bukit Asam, maka dilakukan pemeriksaan dari Bukit Asam tidak saja yang di Sawahlunto tpi juga yang di Tanjung Enim. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan petugas PLN dan saksi lainnya.

Adapun GPK yang sekarang ini sebelumnya merupakan gedung yang dibangun pada 1910 dengan nama ‘Societeit Gluk Auf’. Gedung ini merupakan gedung pertemuan atau tempat bersosialisasi, berkumpul para pejabat tambang Batubara Ombilin, pemerintah dari kalangan Eropa dan juga disebut ‘Rumah Bola’. Dan dan pada masa kemerdekaan RI, bangunan ini menjadi Gedug Pertemuan Masyarakat (GPM), pernah pula menjadi Bank Dagang Negara (BDN) atau Bank Mandiri hingga awal 2006. Tepat 1 Desember 2006 gedung ini diresmikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan (GPK). (rki)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article