BUKITTINGGI ,dutametro.com. – Pemerintah Kota Bukittinggi mulai menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Jam Gadang. Seluruh pedagang secara bertahap dipindahkan ke Pasar Ateh untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan ruang publik.
Proses penertiban berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan pendampingan langsung dari Satpol PP dan tim SK4. Pemindahan dilakukan secara humanis agar aktivitas pedagang tidak terganggu secara mendadak.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menegakkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat yang telah ditetapkan bersama DPRD Bukittinggi.
> “Bukittinggi memiliki perda yang mengatur tentang trantibum. Untuk itu, seluruh masyarakat khususnya Pedagang Kaki Lima tentu harus mentaati perda yang ditetapkan,” ujarWako.
Salah satu poin penting dalam perda tersebut adalah larangan berjualan di fasilitas umum, termasuk kawasan ikonik Jam Gadang dan lokasi-lokasi lain yang telah ditetapkan sebagai zona bebas pedagang.
Pasar Ateh Jadi Pusat Perdagangan Baru*
“Untuk memberikan solusi, Pemko Bukittinggi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah menyiapkan titik-titik lokasi khusus bagi para PKL di dalam Pasar Ateh.
> “Kita sudah atur semua. Pemerintah sudah siapkan tempat di dalam Pasar Ateh ini. Jadi semua terpusat di sana. Sehingga pengunjung bisa mencari barang yang akan dibeli di dalam Pasar Ateh, baik ke kios yang ada, ke PKL, maupun ke toko-toko di sekeliling Pasar Ateh ini,” jelas Ramlan.
Ia menambahkan bahwa penataan ini bertujuan menciptakan keadilan bagi semua pelaku usaha, baik pedagang di kios, PKL, maupun toko di sekitar pasar. Dengan sistem yang tertata, diharapkan kenyamanan pengunjung dan kelancaran lalu lintas di kawasan wisata Jam Gadang dapat terjaga.
Relokasi Berjalan Lancar Tanpa Penolakan*
Proses relokasi dilaporkan berjalan lancar tanpa adanya penolakan dari para pedagang. Satpol PP dan tim SK4 turut membantu memindahkan barang dagangan PKL menuju lokasi baru di Pasar Ateh.
Pemko berharap, dengan pemusatan pedagang di Pasar Ateh, wajah Kota Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat akan semakin tertata, bersih, dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.
(Zlk)*




















