Iklan
Iklan

Kepala BRIN Tantang UNP Wujudkan Riset yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Padang, Investigasi.news — Universitas Negeri Padang (UNP) didorong untuk memperkuat peran sebagai innovation university atau universitas berbasis inovasi dengan menjadikan hasil riset tidak sekadar publikasi ilmiah, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dalam orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Dies Natalis ke-72 UNP, Jumat (23/10/2026), di Auditorium Kampus Air Tawar, Padang.

Dalam orasi bertajuk Manajemen Inovasi dan Hilirisasi Riset: From Knowledge to Impact, Dari Keunggulan Riset Menuju Dampak Nasional, Arif menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan pemerintah.

Menurutnya, pengembangan riset harus diiringi proses hilirisasi agar pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi dapat dimanfaatkan secara luas serta memberikan nilai tambah bagi pembangunan.

“Ada tiga tipe universitas, yakni teaching university yang berfokus pada penyiapan lulusan siap kerja, research university yang menitikberatkan pada penciptaan pengetahuan, serta innovation university yang mengarahkan riset menjadi solusi nyata,” terangnya.

Dalam konteks tersebut, UNP diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi yang kuat sehingga hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi berkembang menjadi teknologi, produk, maupun pendekatan baru yang mampu menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Arif juga menyoroti kesenjangan antara penemuan ilmiah dan pemanfaatannya dalam kehidupan nyata. Menurutnya, proses menjembatani kedua hal tersebut membutuhkan dukungan yang terintegrasi, mulai dari pendanaan, pengujian teknologi, kemitraan strategis, validasi kebutuhan pasar, peningkatan skala pengembangan, hingga kebijakan yang mendorong penerapan inovasi.

Untuk mendukung transformasi UNP menjadi universitas berbasis inovasi, Arif memaparkan lima fokus strategis untuk periode 2026–2036. Agenda tersebut meliputi penetapan arah dan prioritas kepemimpinan inovasi, penguatan budaya innopreneurship di lingkungan institusi, serta pengembangan ekosistem riset dan inovasi melalui dukungan pendanaan, pengembangan talenta, tata kelola, regulasi, dan jejaring kerja sama dengan industri.

Penguatan budaya innopreneurship dinilai penting untuk mendorong institusi, dosen, dan mahasiswa agar tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mampu mengembangkan serta menerapkan inovasi yang memiliki nilai guna dan dampak ekonomi maupun sosial.

Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Melalui penguatan riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas inovasi, UNP diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan menghasilkan karya akademik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

(Scm)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News