KOTAMOBAGU, DutaMetro.com — Stadion Gelora Ambang bukan sekadar proyek pembangunan fasilitas olahraga. Di balik pembangunan kembali stadion kebanggaan masyarakat Kotamobagu itu, tersimpan jejak sejarah dan sebuah mimpi yang kini kembali dilanjutkan.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki dan membangun Stadion Gelora Ambang sebagai fasilitas olahraga yang lebih layak, modern, dan representatif bagi masyarakat.
Menariknya, pembangunan Stadion Gelora Ambang juga memiliki kaitan erat dengan perjalanan keluarga Wali Kota Weny Gaib.
Dalam materi yang dipublikasikan.
Pemerintah Kota Kotamobagu disebutkan, ayah Wali Kota Weny Gaib, Alm. Hi. Miden Gaib, merupakan salah satu pihak yang turut membangun Stadion Gelora Ambang pada masa lalu sebagai kontraktor, di era pemerintahan Bupati Alm. Hi. Yambat Damopolii.
Kini, jejak tersebut kembali diteruskan oleh sang anak.
Jika dahulu sang ayah ikut meletakkan fondasi pembangunan stadion, kini Weny Gaib melanjutkan cita-cita tersebut dengan mendorong pembangunan Stadion Gelora Ambang agar tampil lebih megah dan mampu menjadi pusat aktivitas serta prestasi olahraga di Kotamobagu.
“Kami berkomitmen menjadikan Stadion Gelora Ambang sebagai kebanggaan masyarakat Kotamobagu, tempat lahirnya prestasi dan semangat olahraga,” tegas Weny Gaib.
Komitmen itu tidak berhenti pada pernyataan. Proses pembangunan Stadion Gelora Ambang kini sedang berjalan.
Pemerintah Kota Kotamobagu menyatakan pembangunan tersebut diarahkan untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih baik bagi masyarakat dan generasi penerus.
Lebih jauh, stadion ini diproyeksikan menjadi ruang lahirnya prestasi olahraga sekaligus simbol kebanggaan daerah.
Weny Gaib juga menekankan pentingnya kerja keras, kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan stadion yang representatif.
“Kami percaya, dengan kerja keras, kolaborasi dan semangat kebersamaan, Stadion Gelora Ambang akan menjadi pusat prestasi dan kebanggaan generasi masa depan.”
Dengan demikian, pembangunan Stadion Gelora Ambang bukan hanya soal membangun sebuah arena olahraga. Ada sejarah yang hendak dijaga, ada cita-cita masa lalu yang diteruskan, dan ada harapan besar agar generasi mendatang memiliki fasilitas untuk mengukir prestasi.
Dari tangan sang ayah yang ikut membangun Stadion Gelora Ambang di masa lalu, kini sang anak melanjutkan pembangunan itu dengan visi yang lebih besar: menjadikan stadion sebagai simbol kebanggaan, pusat prestasi, dan wajah baru olahraga Kotamobagu.***(Bams)





























