JOMBANG — Sore hari di pinggiran jalan yang baru selesai dicor dan dikeraskan, suasana terasa begitu damai dan hangat, Sabtu (24/10/2026). Pekerja dari kalangan warga serta personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang duduk berdampingan di tepi permukaan jalan yang masih tampak segar hasil pengerjaan mereka sendiri. Tanpa meja mewah, tanpa pembatas, semua duduk santai menikmati hidangan sederhana bersama bukti nyata bahwa kebersamaan tidak butuh kemewahan.
Debu yang menempel di pakaian, keringat yang mengering di dahi, dan wajah-wajah yang lelah namun puas menjadi saksi kerja keras mereka seharian ini. Ada yang duduk langsung di permukaan jalan beton, ada pula di tepian tanah, semuanya sama-sama memegang piring, menyuap makanan, dan sesekali tersenyum atau bercengkerama dengan siapa saja yang duduk di sebelahnya. Tak terlihat perbedaan seragam maupun pakaian harian semua adalah pekerja yang memiliki tujuan sama: membangun desa yang lebih baik.
Bapak Imron, warga yang ikut terlibat dalam pengerjaan, mengaku momen ini menjadi bagian yang paling ia kenang dari pelaksanaan TMMD kali ini.
“Makan bersama di pinggir jalan yang baru kami bangun sendiri terasa nikmat sekali. Bapak-bapak TNI tidak segan duduk sama rata dengan kami, makan makanan yang sama pula. Rasanya lelah seharian ini hilang seketika. Kami merasa dihargai, diperhatikan, dan dianggap keluarga. Semangat kami jadi berkali-kali lipat untuk menyelesaikan sisa pekerjaan,” ujarnya tulus.
Kehadiran Danramil 0814-19/Megaluh, Mayor Inf Tatok Budiono, yang turut duduk dan makan bersama warga semakin mempererat ikatan tersebut. Beliau menyimak cerita warga, mendengar kendala yang dihadapi di lapangan, serta memberikan semangat agar pengerjaan dapat berjalan lancar hingga tuntas.
“Kekuatan TMMD tidak hanya di jalan yang kokoh atau bangunan yang berdiri, melainkan di hati yang menyatu. Makan bersama sederhana ini mengingatkan kita bahwa kita semua satu tujuan kemajuan dan kesejahteraan bersama. Semangat inilah yang akan menjaga kebersamaan ini tetap kuat meski program telah selesai nanti,” ujar Mayor Inf Tatok Budiono.
Saat matahari mulai condong ke barat, piring-piring kosong dan senyum tulus menjadi bukti: perubahan di Desa Klitik tidak hanya terlihat dari jalan yang semakin baik, tetapi dari persaudaraan yang kian erat.(Zafa)










