Iklan
Iklan

Resmi Beroperasi, Sentra Tenun Songket Silungkang kembangkan Fesyen Etnik Berbasis Budaya Lokal

Sawahlunto,dutametro.com – Tenun songket Silungkang kota Sawahlunto terus dikembangkan untuk memperkuat industri kreatif dan pengembangan fesyen etnik berbasis budaya lokal. Salah satu upaya pengembangan melalui sentra tenun songket Silungkang yang dimiliki oleh kota Sawahlunto.

Sentra songket Silungkang yang diresmikan oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Sabtu.(30/05/2026) lalu itu merupakan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian yang dilengkapi fasilitas pelatihan produksi, mesin dan peralatan tenun, workshop perajin, serta etalase produk masyarakat.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyebut keberadaan sentra tenun songket itu akan mampu meningkatkan kapasitas usaha perajin, kualitas produksi, hingga daya saing produk songket khas Silungkang di pasar yang lebih luas.
“Sentra tenun songket ini bukan hanya menjadi tempat produksi tenun, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan, inovasi produk, promosi dan penguatan pasar bagi perajin songket,” kata dia

Menurut Wako Riyanda, selain mendukung aktivitas produksi, sentra tersebut juga dikembangkan untuk memperkuat promosi fesyen etnik dan wisata ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Kota Sawahlunto. Sehingga usaha yang dikembangkan menjadi industri kreatif yang lebih kompetitif dan memiliki jangkauan pasar lebih luas.
“Pengembangan songket Silungkang memiliki potensi besar sebagai sektor ekonomi kreatif karena tidak hanya mempertahankan warisan budaya lokal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Riyanda Putra.

Sementara Ketua Persatuan Keluarga Silungkang (PKS) H. Devid Y Muhammad mengatakan pembangunan sentra tersebut terlaksana melalui sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya pemilik tanah yang mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut.
“Keberadaan sentra songket diharapkan menjadi inkubator pengembangan songket Silungkang sehingga mampu mendorong perajin naik kelas dan meningkatkan nilai ekonomis produk tenun lokal,” sebut dia.

Dia juga menyebut keberadaan sentra tersebut akan mampu membuka peluang kerja baru, meningkatkan kompetensi perajin, serta memperkuat ekosistem usaha mikro kecil dan menengah yang berbasis fesyen etnik di daerah.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News