Alahan Panjang – Proses seleksi bakal calon Wali Nagari Alahan Panjang menuju Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Kabupaten Solok 2026 telah memasuki tahapan penting. Dari tujuh bakal calon yang mengikuti seleksi, “Edwar Jamil” berhasil meraih nilai tertinggi dan memastikan diri lolos sebagai salah satu dari lima kandidat yang akan bertarung dalam kontestasi Pilwana mendatang.
Seleksi yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Gunung Talang, Minggu 26/7/2026 berlangsung tertib dan diikuti oleh tujuh bakal calon. Tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme penyaringan calon, mengingat ketentuan Pilwana Serentak Kabupaten Solok hanya memperbolehkan maksimal lima calon untuk mengikuti pemilihan apabila jumlah pendaftar melebihi batas tersebut.
Berdasarkan hasil seleksi yang telah diumumkan panitia, Edwar Jamil memperoleh 426 poin menempatkannya di posisi pertama. Posisi kedua diraih Fermayuni dengan 421 poin disusul Fawzi di peringkat ketiga dengan 410 poin Selanjutnya, Erman Efendi berada di posisi keempat dengan 407 poin sedangkan Yurnalis menempati peringkat kelima dengan 397 poin
Sementara itu, dua peserta lainnya belum berhasil melaju ke tahapan berikutnya. Suryanto memperoleh396 poin dan berada di peringkat keenam, sedangkan Zulkarnaini memperoleh 390 poin di peringkat ketujuh.
Dengan hasil tersebut, lima nama teratas resmi menjadi kandidat yang akan mengikuti Pemilihan Wali Nagari Alahan Panjang bersama 26 nagari lainnya yang dijadwalkan melaksanakan Pilwana Serentak di Kabupaten Solok.
Perolehan nilai tertinggi yang diraih Edwar Jamil menjadi perhatian masyarakat Alahan Panjang. Tokoh muda yang mengusung semangat “Arah Baru Alahan Panjang” tersebut dinilai mampu menunjukkan kapasitasnya dalam tahapan seleksi. Namun demikian, hasil seleksi ini bukanlah penentu akhir, melainkan langkah awal menuju proses demokrasi yang sesungguhnya.
Tahapan berikutnya akan menjadi ujian yang lebih besar bagi seluruh kandidat. Mereka dituntut mampu menyampaikan gagasan, visi, dan program pembangunan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Nagari Alahan Panjang. Dukungan masyarakat nantinya akan ditentukan melalui proses pemungutan suara dalam Pilwana.
Bagi Edwar Jamil, capaian sebagai peraih nilai tertinggi tentu menjadi modal awal yang positif. Namun, tantangan sesungguhnya masih terbentang di depan. Ia perlu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi berbagai kalangan, serta meyakinkan pemilih bahwa visi “Arah Baru Alahan Panjang” mampu diwujudkan melalui program-program yang realistis, inklusif, dan berpihak pada kepentingan nagari.
Di sisi lain, empat kandidat lainnya yang lolos juga memiliki peluang yang sama untuk meraih kepercayaan masyarakat. Dinamika Pilwana diperkirakan akan berlangsung kompetitif, karena masing-masing calon diharapkan menawarkan gagasan terbaik bagi kemajuan Alahan Panjang.
Masyarakat pun berharap seluruh tahapan Pilwana dapat berlangsung secara jujur, adil, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta adat istiadat yang berlaku di Nagari Alahan Panjang. Dengan demikian, pemilihan ini tidak hanya menghasilkan seorang pemimpin, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun nagari.
Hasil seleksi ini sekaligus menandai dimulainya babak baru dalam proses demokrasi di Nagari Alahan Panjang. Lima kandidat yang telah dinyatakan lolos kini memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh kepercayaan masyarakat. Siapa yang nantinya akan memimpin Nagari Alahan Panjang untuk periode mendatang akan ditentukan sepenuhnya oleh pilihan masyarakat melalui Pilwana Serentak Kabupaten Solok 2026.**yans

























