SMAN 2 SIPORA Resmi Luncurkan Program Ekstrakurikuler Silek Tradisi sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal

Tuapejat, dutametro.com.– Upaya pelestarian budaya lokal kembali mendapat ruang strategis di dunia pendidikan, SMAN 2 SIPORA secara resmi meluncurkan Program Wajib Silek Tradisi bagi siswa, Sabtu,(24/1/2025).

Kegiatan launching ektrarikurikuler silek tradisi di SMA N Sipora berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya, diawali dengan penampilan silek tradisional oleh para pendekar muda, diiringi musik tradisional Minangkabau. Acara ini dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah, guru, peserta didik, Camat Sipora Utara,kepala desa Sipora Jaya, pelatih silek, komite sekolah, serta perwakilan dari Cabang dinas Wilayah VIII.

Kepala SMAN 2 SIPORA,Nofik Afriko, mengatakan, Ekstrakulikuler Silek Tradisi akan menjadi program wajib, silek tradisi bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

“Silek bukan hanya seni bela diri, tetapi warisan nilai tentang disiplin, adab, rasa hormat, pengendalian diri, dan jati diri sebagai generasi muda Minangkabau. Melalui program ini, sekolah ingin menghadirkan pendidikan yang berakar pada budaya,” ujarnya.

Faizal Bakri, pembina, menyebutkan, Program Wajib Silek Tradisi ini dirancang untuk diikuti oleh seluruh peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan, Pelaksanaannya melibatkan guru pendamping serta pelatih silek yang berasal dari sasaran atau perguruan silek tradisi setempat, sehingga keaslian nilai dan gerak tetap terjaga.

Silek tradisi akan menjadi bagian dari penguatan Kebiasaan 7 Karakter Anak Indonesia, khususnya pada dimensi beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, bergotong royong, serta mandiri, Selain melatih fisik, kegiatan ini juga menanamkan nilai etika, filosofi hidup, dan kearifan lokal yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, Tuturnya.

Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Propinsi Sumatera Barat, Yong Aswan M.kom, yang turut hadir dalam acara tersebut langsung mengapresiasi langkah inovatif sekolah dalam menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan pendidikan.

“Program ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Sumatera Barat penguatan muatan lokal dan pendidikan karakter. Kami berharap praktik baik ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain,” ungkapnya.

Launching eksklusif ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara pihak sekolah, tokoh adat, dan pelatih silek sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga keberlanjutan program, Ke depan, sekolah merencanakan kegiatan lanjutan seperti pentas budaya, festival silek pelajar, serta kolaborasi lintas sekolah.

Melalui Program Wajib Silek Tradisi, SMAN 2 SIPORA menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan bangga terhadap identitas daerahnya. (SL)

Must Read

Iklan

Related News