PURBALINGGA — Di bawah langit biru Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, pemandangan tak biasa terlihat dalam kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga. Deretan warga dan Satgas TMMD terlihat berdiri memanjang, membentuk barisan estafet untuk memindahkan batu ke lokasi pembangunan pondasi jembatan penghubung. Dari tangan ke tangan, batu-batu tersebut berpindah dengan ritme yang nyaris tanpa jeda.
Menariknya, di antara barisan tersebut, terlihat beberapa ibu-ibu desa yang begitu aktif. Dengan langkah pasti dan raut wajah penuh semangat, mereka tidak ragu ikut mengangkat batu, menyatu dan gotong royong bersama para bapak-bapak.
Meski beban yang diangkat tidak ringan, semangat untuk berkontribusi terlihat tidak kalah besar. Bahkan, suara canda ringan sesekali terdengar, memecah lelah di sela aktivitas dan menjadikan pekerjaan berat itu terasa ringan karena dikerjakan bersama.
Wati, salah satu ibu-ibu yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku senang, karena bisa ambil bagian dalam pembangunan jembatan yang nantinya akan dimanfaatkan bersama.
“Senang rasanya bisa ambil bagian, ya walaupun capek tapi terasa ringan karena disambi ngobrol dan ketawa-ketawa bareng sama warga sini dan bapak-bapak tentara. Dengan ikut membantu, saya harapannya pekerjaan cepat selesai dan jembatan bisa segera dimanfaatkan bersama,” katanya di sela aktivitas, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, Babinsa Krangean, Serma Jarwono juga menyampaikan bahwa keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu-ibu menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan TMMD.
“Kebersamaan ini adalah kunci. Semua saling membantu tanpa melihat peran, baik bapak-bapak atau ibu-ibu, semua punya semangat yang sama untuk membangun,” ujarnya.
Pembangunan jembatan penghubung pun diharapkan dapat mempermudah akses antar wilayah, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas masyarakat. Namun, lebih dari itu semangat gotong royong yang terus tumbuh di tengah proses pembangunan menjadi nilai yang tidak kalah penting.
Dari estafet batu, tersirat harapan dan kebersamaan bahwa jembatan yang dibangun bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga mempererat ikatan antar warga. (Faiza)

















