PURBALINGGA – Semangat gotong royong dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, benar-benar menunjukkan wajah inklusivitas. Tak hanya didominasi kaum pria dan personel TNI, kaum perempuan atau ibu-ibu di Desa Krangean turut terjun langsung ke lokasi pembangunan infrastruktur jalan, Senin (27/04/2026).
Tampak belasan ibu-ibu dengan penuh semangat membantu memindahkan material batu secara estafet. Dengan senyum yang tetap mengembang meski di bawah terik matahari, mereka membuktikan bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab bersama tanpa memandang gender. Bahu membahu demi kemajuan desa.
Salah satu warga, Siti (45), mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan ini. Menurutnya, pembangunan jalan ini sudah lama dinantikan oleh warga karena akan mempermudah akses ekonomi dan pendidikan.
“Kami merasa terpanggil. Kalau jalan ini jadi, yang merasakan manfaatnya juga kami semua. Jadi, capek sedikit tidak masalah, yang penting pengerjaannya cepat selesai,” ujar Siti sambil mengoper batu ke rekan di sampingnya.
Apresiasi dari Satgas TMMD
Kehadiran para wanita ini mendapat apresiasi positif dari personel Satgas TMMD ke-128. Kehadiran mereka di lapangan diakui menjadi suntikan moral dan semangat tambahan bagi para prajurit yang bertugas.
“Semangat ibu-ibu di Desa Krangean ini luar biasa. Mereka tidak hanya membantu menyediakan konsumsi, tapi juga turun ke lapangan membantu fisik. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sangat solid,” ungkap Serka Anwar salah satu anggota Satgas di lokasi.
Program TMMD ke-128 di Desa Krangean kali ini berfokus pada beberapa sasaran fisik utama, antara lain, pelebaran jalan, drainase, pembuatan jembatan, pelebaran jembatan, Rehabilitasi RTLH dan lain-lain.
Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta semangat dari seluruh lapisan masyarakat termasuk para srikandi desa diharapkan seluruh target pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga Desa Krangean. (faiza)

















