Iklan
Iklan

KPA Guntala Dukung Nosa Eka Nanda Pimpin FPTI Kabupaten Solok, Saatnya Bangkitkan Regenerasi dan Prestasi

SOLOK – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Solok memasuki babak baru. Terpilihnya Nosa Eka Nanda sebagai ketua organisasi diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali prestasi panjat tebing sekaligus memperkuat regenerasi atlet di daerah.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru tersebut datang dari Keluarga Pecinta Alam (KPA) Guntala. Organisasi pecinta alam ini menilai FPTI Kabupaten Solok memiliki potensi besar untuk kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus mengambil peran lebih luas dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dukungan itu disampaikan Wardesko Ponobatuah didampingi Windu selaku Ketua KPA Guntala, Minggu (26/7/2026) di Solok.

Wardesko berharap kepengurusan FPTI yang baru tidak hanya mampu membangun organisasi secara internal, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan menekuni olahraga panjat tebing.

“Kami berharap ke depan anggota FPTI tidak hanya berasal dari kalangan pegiat alam, tetapi juga semakin banyak melibatkan pelajar dan mahasiswa. Dengan begitu, regenerasi organisasi dapat berjalan dengan baik dan olahraga panjat tebing akan semakin berkembang,” ujar Wardesko.

Menurutnya, keterlibatan pelajar dan mahasiswa sangat penting untuk memastikan keberlangsungan pembinaan atlet. Dengan pola pembinaan yang terarah sejak usia muda, FPTI Kabupaten Solok diyakini dapat memiliki fondasi kuat untuk melahirkan atlet potensial secara berkelanjutan.

Selain persoalan regenerasi, KPA Guntala juga mendorong pengurus FPTI yang baru untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat antara pengurus, klub, atlet, serta seluruh anggota.

Wardesko menilai kebersamaan menjadi salah satu kunci untuk mengembalikan kejayaan olahraga panjat tebing Kabupaten Solok.

Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Solok bukan daerah yang asing dengan prestasi panjat tebing. Pada masa sebelumnya, daerah ini pernah mencatatkan prestasi membanggakan dan bahkan mampu menyumbangkan medali emas bagi Kabupaten Solok.

“Prestasi yang pernah diraih tentu harus menjadi motivasi. Kita berharap kepengurusan baru mampu kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Solok, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Karena itu, menurut Wardesko, kepengurusan baru tidak cukup hanya menjalankan roda organisasi. Diperlukan program pembinaan yang konsisten, kompetisi yang berkelanjutan, serta ruang latihan yang mampu mendorong atlet muda berkembang secara maksimal.

KPA Guntala juga berharap kiprah FPTI Kabupaten Solok tidak berhenti di arena pertandingan. Dengan latar belakang kemampuan anggota yang banyak berkaitan dengan aktivitas alam bebas, FPTI dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Mulai dari kegiatan pencarian dan pertolongan (rescue), penanggulangan bencana, hingga aksi sosial di tengah masyarakat dinilai dapat menjadi ruang pengabdian bagi anggota FPTI.

“Kami berharap seluruh anggota terus meningkatkan kemampuan, memperkuat kerja sama, dan bersinergi agar keberadaan FPTI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambah Wardesko.

Bagi KPA Guntala, kemampuan teknis di alam bebas bukan hanya menjadi modal dalam olahraga panjat tebing, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat dan bencana.

Nosa Eka Nanda Diharapkan Bawa Energi Baru

Terpilihnya Nosa Eka Nanda sebagai Ketua FPTI Kabupaten Solok pun diharapkan menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang lebih solid, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

KPA Guntala menegaskan, keberhasilan FPTI tidak semata-mata berada di pundak seorang ketua. Dibutuhkan kerja bersama seluruh pengurus, klub, atlet, pegiat alam, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga panjat tebing.

“Ketua tentu memiliki peran penting, tetapi kemajuan organisasi merupakan tanggung jawab bersama. Kalau semua bisa bersatu dan saling mendukung, saya yakin FPTI Kabupaten Solok bisa kembali berjaya,” ujar Wardesko.

Ia optimistis kepengurusan baru di bawah Nosa Eka Nanda mampu menghadirkan energi baru bagi FPTI Kabupaten Solok. Bukan hanya untuk mengejar medali dan prestasi, tetapi juga menciptakan regenerasi atlet yang kuat serta menjadikan organisasi semakin dekat dengan masyarakat.

KPA Guntala pun berharap momentum pergantian kepemimpinan ini menjadi awal kebangkitan baru panjat tebing Kabupaten Solok: lebih solid dalam organisasi, lebih kuat dalam pembinaan, lebih berprestasi di arena kompetisi, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.**yans

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News