Solsel, dutametro.com — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan berkomitmen penuh mendampingi pembinaan anak sejak tingkat SD hingga perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan untuk membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi saat menyerahkan bantuan seragam sekolah gratis di SMPN 8 Solok Selatan, Rabu (28/10/2026).
“Mari kita bina anak-anak kita dari tingkat SD sampai perguruan tinggi. Persaingan ke depan semakin ketat. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, anak-anak kita akan kalah dengan daerah lain,” kata Yulian siang ini.
Untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini, berbagai program pemerintah dirancang untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, utamanya di bidang pendidikan.
Salah satu program yang dijalankan adalah pemberian seragam sekolah untuk siswa baru setiap tahun ajaran baru, mulai dari TK hingga SMA/sederajat. Tahun ini merupakan tahun keenam pelaksanaan program tersebut.
Untuk Kecamatan Sangir Balai Janggo, Pemkab Solok Selatan menyerahkan total 2.082 stel seragam gratis. Rinciannya meliputi 732 stel untuk tingkat TK/RA, 768 stel untuk SD/MI, serta 582 stel untuk SMP/MTs. Secara keseluruhan di tingkat kabupaten, bantuan seragam yang disalurkan mencapai 26.912 stel dari jenjang TK hingga SLTA di 2026 ini.
Wabup berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memotivasi para siswa agar belajar lebih sungguh-sungguh.
Selain seragam gratis, Pemkab Solok Selatan pada tahun keenam kepemimpinan ini juga menyediakan program beasiswa bagi murid berprestasi di tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Pemkab telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas ternama di Sumatera Barat dan menggandeng perusahaan lokal untuk memberikan beasiswa.
Menurut Yulian Efi, pemerintah daerah bertanggung jawab penuh menyiapkan kualitas generasi muda Solok Selatan, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin daerah dalam 20 hingga 30 tahun mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang kuat antara guru dan orang tua murid dalam mengawasi perkembangan anak.
“Tugas kita bersama adalah menjaga dan mempersiapkan kualitas mereka dari sekarang. Dengan sinergi orang tua, guru, dan pemerintah, kita yakin kelak lahir para pemimpin bangsa dari daerah kita,” pungkasnya. (Med)










