Sawahlunto,dutametro.com – Mengusung tokoh pers Nasional Djamaludin Adinegoro sebagai pahlawan Nasional menjadi tema Seminar yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat berkolaborasi dengan forum penggiat literasi Adinegoro Sawahlunto. Seminar dibuka oleh Sekretaris Daerah Sawahlunto Rovanly Abdams, Rabu (29/04/2026) di SAKA Heritage Ombilin Sawahlunto. Hadir dalam pembukaan seminar anggota komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Neldaswenti, Kepala Dinas Kearsipan dan Provinsi Sumatera Barat Jumadi.
Kepala DAP Sumbar Jumadi menyebut seminar ini bertujuan untuk untuk menggali, memperkaya narasi sejarah nasional, serta menyoroti peran penting Adinegoro dalam kemerdekaan Republik Indonesia.
“Konteks Literasi, acara ini merupakan bagian dari gerakan literasi untuk mengangkat perjalanan panjang Kota Sawahlunto sebagai warisan tambang batubara Ombilin,” kata Jumadi.
Jumadi juga menyebut, kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan anggota komisi V DPRD Provinsi Sumbar Neldaswenti melalui pokok pikiran dalam memperkuat usulan agar Djamaluddin Adinegoro ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Djamaluddin Adinegoro (lahir di Talawi, Sawahlunto) dikenal sebagai pelopor jurnalistik Indonesia yang menuntut ilmu publisistik langsung di Jerman pada tahun 1920-an.
Sekdako Rovanly Abdams dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan tersebut. Dia berharap melalui seminar ini akan ada pembahasan lanjutan dalam upaya pengusulan Adinegoro menjadi pahlawan.
“Pemko Sawahlunto bersama dinas Sosial Provinsi Sumbar dalam pengajuan Adinegoro menjadi pahlawan Nasional, tetapi terhenti pada Maret 2021 lalu. Harapannya kedepan akan kembali berlanjut dan menggaungkan kembali hak tersebut,” harap Rovanly.
Adapun nara sumber seminar perjuangan tokoh pers Nasional Djamaludin Adinegoro dalam kemerdekaan RI, Wannofry Syamri dengan materi persiapan akademik pengusulan Adinegoro sebagai pahlawan Nasional. Basril Basyar dengan materi mengenal jejak pemikiran Adinegoro sebagai tokoh pers Nasional dan Hasril Chaniago dengan materi strategi mengangkat isu tokoh Nasional menjadi pahlawan Nasional.(riky)

















