Minggu, Juli 21, 2024

100 Binaan Lapas Narkotika Sawahlunto Ikut Program Rehabilitasi

More articles

Sawahlunto, dutametro.com – Sebanyak 100 orang warga binaan pemasyarakatan Lapas Narkotika kelas III Sawahlunto ikuti program rehabilitasi selama 6 bulan kedepan. Rehabilitasi merupakan program andalan di LPKN Sawahlunto dalam upaya membantu pemulihan kondisi narapidana penyalahguna Narkotika secara terpadu, yang meliputi aspek fisik, mental, psikologis dan sosial.

Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto Rommy Waskita Pambudi menyebut, rehabilitasi diikuti oleh wbp yang telah menjalani 2/3 masa tahanan.

“Kita mau dia sadar dan sabar menjalani hukuman, serta dengan pelatihan yang ada bisa jadi modal disaat kembali ketengah masyarakat,” kata Rommy kepada dutametro.com, Jumat (28/6/2024).

Disinggung terkait kapasitas hunian Lapas Kalapas Rommy menjelaskan bahwa saat ini terdapat sebanyak 510 wbp dengan jumlah petugas hanya sejumlah 68 orang.

“Ini sebenarnya udah over kapasitas, namun karena hanya Lapas Narkotika Sawahlunto sebagai penyangga untuk wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya,” kata dia lagi.

Terkait hal itu jelas Rommy, saat ini pihaknya tengah melakukan pengusulan untuk Lapas ini naik kelas. Dari kelas III menjadi kelas II A sehingga kedepannya dapat fasilitas yang lebih besar lagi. Selain usulan itu jiga diusulkan pembangunan rumah dinas dan rumah susun untuk pegawai Lapas.
“Dari 68 pegawai kita, hanya 3 orang yang murni berdomisili di Sawahlunto atau lebih banyak dari liar kota. Kita berharap negara bisa menyetujuinya karena akan berdampak banyak tidak saja kepada lapas tetapi juga perputaran ekonomi disekitarnya,” jelas Rommy.

Kembali terkait rehabilitasi Rommy berharap kegiatan itu dapat meningkatkan produktifitas dan kualitas hidup narapidana, sehingga saat kembali kemasyarakat mereka dapat menjalankan fungsi sosialnya. Berbagai kegiatan kemandirian, seperti salon mobil, pengelasan, pembuatan paving blok dan batako, meibel (pembuatan sofa dan springbed), pembuatan jas hujan dan lainnya.

“Sengaja kita genjot sebagai bentuk modal kemandirian bagi mereka setelah kembali kemasyarakat nantinya,” ujar Rommy.

Di Bidang keagamaan pihaknya terus melakukan bimbingan rohani, baik dari dalam Lapas sendiri maupun pembinaan bekerjasama dari pihak lainnya seperti dari Kementrian Agama setempat. Pihak Lapas juga juga bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Sawahlunto untuk menambah wawasan warga binaan melalui berbagai kegiatan ke Panduan, sehingga bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan.(rki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest