Jumat, April 12, 2024

Pasukan Paling Elite Dunia Dikerahkan Untuk Menangkap Para Penjahat Perang Bosnia

Must read

Dutametro.com – Pasukan Perdamaian PBB menemukan banyaknya kuburan massal di banyak lokasi pecahnya perang antar etnis di Bosnia berlangsung dari tahun 1992 sampai 1995. Kuburan massal itu merupakan kuburan puluhan ribu orang dari etnis Bosnia yang mayoritas beragama Islam, dibantai secara kejam oleh pasukan penjahat perang Bosnia-Serbia.

Kemudian setelah perang berakhir, para penjahat perang yang bertanggung jawab atas genosida masih melenggang bebas di wilayah Republik Srpska. Ternyata tidak mudah menangkap mereka karena selalu dikelilingi oleh pengawal bersenjata.

Sedangkan dunia bersikeras, orang-orang ini harus diseret ke pengadilan internasional untuk mempertanggungjawabkan kejahatan mereka.

Maka untuk mewujudkannya sebuah operasi rahasia di bawah Stabilisation Force in Bosnia and Herzegovina (SFOR)-NATO digelar. Sebanyak dua pasukan paling elite dunia dikerahkan untuk menangkap para penjahat perang Bosnia. US Navy Seal dan Special Air Service (SAS) Inggris.

Adapun misi mereka adalah meringkus tiga penjahat perang yang membantai ribuan Muslim Bosnia untuk diadili di Den Haag.

Target pertama adalah Jenderal Radislav Krstic. Kepala Staf Korps Drina pasukan Srpska yang membunuh 8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica pada bulan Juli 1995. Kedua, Simo Drljaca, komandan polisi khusus kawasan Prijador. Ketiga, Milan Kovacevic, pejabat bidang kesehatan yang bertanggung jawab atas pembersihan etnis dan camp kematian.

Operasi Rahasia

Sementara itu tayangan Navy Seals Untold Stories menceritakan jalannya operasi ini. Diawali dengan sebuah pesawat angkut mendarat di Pangkalan Angkatan Udara yang dikelola AS di Tuzla Bosnia tahun 1997. Mereka menurunkan sebuah kontainer.

Tak ada yang tahu, kontainer itu sebenarnya berisi para personel Navy SEAL. Pasukan elite itu sengaja disusupkan agar tak terdeteksi Rusia dan sekutunya di wilayah Balkan. Mereka segera bergabung dengan koleganya dari SAS Inggris.

Sementara itu pasukan gabungan Navy SEAL dan SAS menempati sebuah rumah yang dijadikan markas rahasia di pinggir Kota Prijador. Mereka terus mengintai ketiga target dengan sebuah pesawat tanpa awak.

Hal itu tampaknya sangat sulit, masalahnya, Simo, Milan dan Jenderal Krstic selalu dikawal dengan ketat oleh para pengawal bersenjata. Diakui tidak mudah untuk menculik mereka di kediaman masing-masing.

Selanjutnya lewat pengintaian berkali-kali, pasukan elite itu mulai menemukan titik terang. Dimana diketahui Simo suka memancing di danau. Pada saat itu dia tak pernah dikawal saat menjalankan hobinya. Biasanya hanya ditemani anak atau saudaranya.

Sementara Milan hanya menempatkan pengawal hingga lobi rumah sakit. Ruang kerjanya tak pernah dikawal.

Menyergap Target

Maka selanjutnya pasukan gabungan mulai berbagi tugas dan rencana operasi. Untuk Tim A bertugas menangkap Simo di danau pribadi miliknya saat dia memancing. Sementara untuk Tim B akan bergerak ke rumah sakit.

Tepat pada tanggal 10 Juli 1997 kedua tim bergerak serentak menuju target masing-masing. Kemudian Tim Navy Seal dan SAS mendekati danau tanpa ketahuan. Mereka berhasil menjebak Simo. Namun mantan kepala polisi yang kejam ini menolak menyerah.

Selanjutnya dia mencabut pistolnya. Baku tembak tak terelakkan. Saat baku tembak itu Simo tewas tertembak di tempat. Kemudian jenazahnya segera diangkut helikopter ke Pusat Operasi di Tuzla.

Sementara Tim B, bertugas menangkap Milan Kovacevic di ruang kerjanya di rumah sakit. Pada aksi ini persis seperti dalam film aksi. Dimana mereka menyamar menggunakan sebuah mobil van yang ditempeli logo palang merah internasional.

Sedangkan untuk mengelabui pasukan Serbia yang berjaga di jalan, mereka mengaku membawa obat-obatan dari bantuan internasional.

Namun para personel SEAL dan SAS ini sempat tertahan di lobi rumah sakit. Dimana resepsionis wanita awalnya menolak mereka masuk ke ruangan Milan. Sementara pengawal Milan mengawasi mereka dengan ketat.

Kemudian salah seorang anggota SAS menggertak dengan mengatakan, “Kami butuh tanda tangan dari Kovacevic. Kalau anda tak izinkan kami masuk, kami akan bawa obat-obatan ini pergi sekarang juga,” ujarnya.

Alhasil gertakan itu berhasil. Selanjutnya mereka diizinkan masuk ke ruangan Milan. Terlihat penjahat perang itu tengah duduk seorang diri di dalam. Maka tanpa kesulitan yang berarti Tim B berhasil membius dan membawanya kabur lewat pintu belakang RS. Seluruh operasi berjalan dengan sukses.

Sementara itu, pejabat NATO dalam laporan resminya hanya menyebut Simo Drljaca melepaskan tembakan saat bertemu pasukan perdamaian. Sebagai upaya ‘membela diri’, Simo terpaksa dilumpuhkan Sementara itu dalam operasi terpisah, Direktur RS Prijedor Milan Kovacevic, ditahan tanpa melalui kekerasan. Demikian dikutip New York Times.

Target Terakhir: Jenderal Radislav Krstic

Kali ini misi terakhir yang paling sulit. Yaitu menangkap Jenderal Radislav Krstic. Sedangkan pengawalan terhadapnya paling ketat. Adapun laporan intelijen menyebutkan Rumah Krstic dilindungi ranjau dan memiliki banyak pintu untuk meloloskan diri.

Oleh sebab itu pasukan AS dan Inggris harus menunggu satu tahun untuk menangkapnya hidup-hidup. Akan tetapi kesempatan emas itu datang saat Krstic hendak mengunjungi rekan bisnisnya. Dia menggunakan satu mobil dan hanya didampingi sopirnya. Sama sekali tak dikawal.

Saat itulah tim segera bergerak. Tanpa kesulitan berarti, mobil Krstic berhasil dicegat. Si Penjagal Srebrenica akhirnya berhasil ditangkap.

Sementara CBS melaporkan satu unit pasukan komando ini berhasil mengepung mobil Kristic dan menangkapnya tanpa menembakkan sebutir peluru pun. Selanjutnya dari Bosnia, Kristic langsung diterbangkan keesokan harinya ke Den Haag untuk menghadapi pengadilan internasional.

Maka oleh Pengadilan Internasional Untuk Kejahatan Perang Yugoslavia menyatakan sang jenderal bersalah atas genosida yang menewaskan 7.000-8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica. Krstic diganjar hukuman 35 tahun penjara pada tahun 2001.

Sementara itu Milan Kovacevic meninggal di dalam tahanan tahun 1998 saat kasusnya belum disidangkan. Akhirnya operasi pasukan elite di Balkan ini sukses menyeret para penjahat perang mempertanggungjawabkan kejahatan mereka.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article