Iklan
Iklan

Dirjen Fauzan Adziman Beberkan Rumus Sukses Inovasi dari Oxford di Wisuda UNP

Padang – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., mengajak para lulusan Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menjadi generasi yang mampu mengubah ide menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Fauzan saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-143 UNP di Auditorium UNP, Selasa (30/6/2026). Mengangkat tema Peran Pendidikan Tinggi dalam Inovasi: Rumus Sukses dari Ide Menuju Komersialisasi – Pelajaran dari Universitas Oxford, ia menekankan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas ide dan talenta yang dimiliki generasi muda.

Dalam paparannya, Fauzan menjelaskan bahwa Indonesia telah memasuki kelompok negara berpendapatan menengah atas sejak 2023. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, pertumbuhan ekonomi nasional harus ditopang oleh peningkatan produktivitas yang lahir dari inovasi, bukan semata-mata mengandalkan modal fisik maupun tenaga kerja.

“Pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi teknologi dan inovasi. Karena itu, perguruan tinggi memegang peran penting dalam melahirkan talenta unggul sekaligus menghasilkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan,” paparnya.

Di hadapan ratusan wisudawan, Fauzan turut membagikan perjalanan karirnya yang ditempuh secara bertahap, mulai dari menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), melanjutkan studi magister di Jepang, meraih gelar doktor di Inggris, hingga menjadi dosen dan peneliti di University of Oxford. Pengalaman tersebut kemudian membawanya mendirikan Alloyed Ltd, perusahaan teknologi berbasis hasil riset yang berkembang menjadi perusahaan manufaktur berteknologi tinggi berskala global.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuktikan bahwa riset di perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi apabila dibangun dengan visi yang jelas, kolaborasi, dan ketekunan. Ia menjelaskan bahwa ekosistem inovasi di Universitas Oxford tidak berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil riset terus didorong hingga tahap hilirisasi melalui perusahaan spin-off yang menghasilkan berbagai produk untuk sektor otomotif, kesehatan, dirgantara, manufaktur presisi tinggi, hingga teknologi material maju.

Fauzan juga mengingatkan bahwa ide yang baik belum tentu menjadi bisnis yang berhasil apabila tidak dibangun dengan pola pikir terbuka dan kemampuan memahami kebutuhan industri serta masyarakat. Ia mengutip ungkapan Benjamin Franklin bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pengetahuan, namun pengetahuan tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi banyak orang.

Menutup orasinya, Fauzan mengajak seluruh wisudawan untuk berani bermimpi besar sekaligus memiliki peta jalan yang jelas dalam berkarya. Menurutnya, keberhasilan lahir ketika ilmu pengetahuan mampu ditransformasikan menjadi produk, teknologi, maupun solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat global.

Pelaksanaan orasi ilmiah ini mencerminkan komitmen Universitas Negeri Padang dalam mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas lulusan berbasis inovasi, SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong lahirnya talenta inovatif dan technopreneur, serta SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan budaya riset, hilirisasi inovasi, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, serta industri. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News