Dari Kepanjen hingga Gondanglegi, Zulkifli Hasan Pastikan Malang Siap Jadi Penggerak MBG Nasional

Kabupaten Malang, dutametro.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (12 Februari 2026), untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok pangan berbasis daerah.

Kunjungan diawali di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Di lokasi tersebut, Zulkifli Hasan meninjau langsung proses pengolahan dan distribusi makanan bergizi bagi pelajar.

Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional yang terintegrasi dari produksi hingga konsumsi.
“Program Makan Bergizi Gratis ini skalanya sangat besar. Karena itu, seluruh rantai pasoknya harus disiapkan dengan matang. Petani, peternak, koperasi desa harus menjadi bagian utama, bukan hanya penonton,” ujarnya.

Secara nasional, program MBG ditargetkan menjangkau sekitar 82,9 juta penerima. Skala tersebut membutuhkan suplai harian dalam jumlah besar, mulai dari beras, telur, ikan, daging ayam, hingga komoditas hortikultura. Pemerintah mendorong agar kebutuhan tersebut dipenuhi dari produksi dalam negeri dengan melibatkan daerah sebagai basis utama penyediaan pangan.
Rombongan kemudian bergerak ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kedungpedaringan.

Di sini, Menko Pangan menilai koperasi desa memiliki posisi strategis sebagai simpul distribusi bahan pangan. Menurutnya, model distribusi berbasis koperasi dapat memperpendek rantai distribusi, menekan biaya logistik, serta menjaga stabilitas harga.
“Koperasi desa ini bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Kalau rantai pasoknya kuat di desa, maka program nasional akan lebih stabil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kabupaten Malang sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dengan basis produksi pertanian, peternakan, dan perikanan yang kuat. Komoditas seperti padi, jagung, telur ayam, daging ayam ras, serta aneka sayuran menjadi potensi utama yang dapat menopang kebutuhan program MBG.
Bupati Malang yang turut mendampingi menyatakan kesiapan daerahnya dalam mendukung program tersebut. “Dengan potensi pertanian dan peternakan yang kami miliki, Kabupaten Malang siap berkontribusi dalam penyediaan bahan baku program MBG. Ini sekaligus menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan lokal,” ujarnya.

Agenda kunjungan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi. Di hadapan para santri, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan daya kritis generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Ia menilai bahwa penguatan ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Santri harus percaya diri, berani, dan kritis. Indonesia butuh generasi yang tidak minder dan siap bersaing,” katanya.
Kunjungan kerja di Kabupaten Malang ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring pemerintah pusat di Jawa Timur untuk memastikan program prioritas nasional berjalan sesuai target. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi desa, serta lembaga pendidikan diharapkan mampu mempercepat realisasi MBG sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia dari tingkat desa.

(sGTg)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News