PALEMBANG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin Hj Patimah Toha menghadiri Pembukaan Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 bertajuk “The Ancient Relics of Sriwijaya” di Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Jakabaring, Palembang, Jumat (15/5/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut turut mendampingi Asisten I Setda Muba Ardiansyah PhD, Kepala Bappeda Muba Dr Mursalin SE MM, Kepala Disdikbud Muba Yayan SE MM, Plt Kepala Dinas Kominfo Muba Daud Amri SH, serta Kepala Dispopar Muba Dr M Fariz SSTP MM yang diwakili Kabid Pariwisata Busriyanto SE MSi.
Momentum Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Musi Banyuasin. Pada kesempatan tersebut, turut diserahkan sertifikat dari Kementerian Kebudayaan yang menetapkan sejumlah seni dan budaya Muba sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Adapun seni dan budaya Muba yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda tersebut di antaranya Tari Ulang-Ulang, Tari Burung Putih, Dundai Naek Sialang, dan Sedekah Rame Kertayu.
Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Menurutnya, pengakuan terhadap seni dan budaya Muba sebagai Warisan Budaya Takbenda menjadi bukti bahwa Kabupaten Musi Banyuasin memiliki kekayaan tradisi yang bernilai tinggi dan patut terus dijaga.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Muba. Penetapan seni dan budaya Muba sebagai Warisan Budaya Takbenda harus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus merawat, melestarikan, dan mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda,” ujar Patimah.
Patimah mengatakan, Festival Sriwijaya merupakan ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kejayaan Sriwijaya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga sarana memperkuat identitas daerah.
“Festival Sriwijaya ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa Sumatera Selatan memiliki warisan sejarah dan budaya yang sangat besar. Warisan ini harus terus dirawat, dijaga, dan dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, TP PKK Muba mendukung berbagai upaya pelestarian budaya yang dapat memperkuat karakter keluarga dan masyarakat. Pengenalan budaya, kata dia, dapat dimulai dari lingkungan keluarga sebagai ruang pertama pendidikan karakter bagi anak-anak.
“Pengenalan budaya sejak dari lingkungan keluarga menjadi salah satu cara efektif menanamkan rasa cinta terhadap daerah dan bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Cik Ujang SH mengatakan, tema “The Ancient Relics of Sriwijaya” mengajak masyarakat untuk kembali mengenal jejak-jejak peninggalan peradaban Sriwijaya. Menurutnya, warisan budaya harus terus dihidupkan agar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Budaya tidak boleh hanya disimpan sebagai cerita masa lalu. Budaya harus hidup, memberi nilai, dan menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Wagub Sumsel Cik Ujang juga mengajak seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan untuk terus menggali, menjaga, dan mempromosikan kekayaan budaya daerah masing-masing. Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Sumsel merupakan modal besar dalam memperkuat daya tarik pariwisata dan identitas daerah.
“Keberagaman budaya yang dimiliki Sumsel merupakan modal besar dalam memperkuat daya tarik pariwisata dan identitas daerah,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Provinsi Sumatera Selatan Dr Edward Candra MH, Staf Ahli TP PKK Sumsel Hj Lidyawati Cik Ujang, dan Ketua DWP Sumsel Hj Desy Kasnayati Edward. Heri




















