Padang – Suasana Masjid As Salam di Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (7/6/2026), dipenuhi semangat anak-anak yang selama sebulan terakhir istiqamah memakmurkan masjid. Di hadapan puluhan jamaah, Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan penghargaan kepada peserta Program Subuh Mubarakah sebagai bagian dari penguatan Program Smart Surau yang tengah digencarkan Pemerintah Kota Padang.
Momen tersebut bukan sekadar seremoni pemberian hadiah. Di balik reward yang diterima 46 anak, tersimpan pesan besar tentang upaya membangun benteng moral generasi muda Kota Padang melalui pendidikan agama dan pembinaan karakter sejak dini.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan hukuman. Menurutnya, fenomena tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja membutuhkan solusi yang lebih mendasar melalui penguatan mental, pendidikan, dan nilai-nilai keagamaan.
“Fenomena kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas, penyimpangan sosial, dan berbagai persoalan lainnya harus kita tanggulangi bersama. Tidak cukup hanya dengan hukuman, tetapi yang paling penting adalah pembinaan mental, moral, pendidikan, dan agama,” ujar Fadly Amran.
Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus memperkuat Program Smart Surau sebagai salah satu program unggulan yang bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda. Fadly mengapresiasi langkah Masjid As Salam yang secara konsisten menjalankan program salat berjamaah lima waktu dan memberikan penghargaan kepada anak-anak yang aktif beribadah.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi Smart Surau yang tidak hanya mendorong anak-anak hadir ke masjid, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama.
Fadly juga mengungkapkan bahwa penguatan program keagamaan ke depan tidak hanya berfokus pada kegiatan Subuh Mubarakah. Pemerintah Kota Padang sedang menyiapkan berbagai langkah lanjutan, termasuk pengembangan MDTW, rumah tahfiz, serta sistem absensi digital untuk mendukung efektivitas pelaksanaan Smart Surau.
“Ke depan, kita ingin pembinaan tidak hanya dilakukan pada waktu subuh, tetapi juga melalui kegiatan MDTW, rumah tahfidz, serta berbagai kegiatan pendidikan keagamaan lainnya. Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sistem absensi digital untuk mendukung program Smart Surau,” katanya.
Komitmen tersebut semakin diperkuat dengan lahirnya Peraturan Daerah tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau. Regulasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara nilai adat dan agama sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kota Padang.
Sementara itu, Ketua Yayasan As Salam Dangau Teduh, Abtar Latif, menjelaskan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang rutin melaksanakan salat berjamaah lima waktu selama Mei 2026.
“Kami memberikan penghargaan kepada anak-anak yang rutin melaksanakan shalat berjamaah lima waktu sehari semalam pada Mei lalu. Dalam kesempatan ini kami memberikan reward kepada 46 anak. Hadiah yang kami berikan berupa uang pembinaan,” ungkapnya.
Abtar menyebutkan, saat ini jumlah peserta yang terdaftar dalam berbagai program pembinaan Masjid As Salam mencapai 106 orang, dengan rata-rata kehadiran peserta Subuh Mubarakah berkisar antara 50 hingga 60 siswa setiap kegiatan.
Menurutnya, kehadiran Program Smart Surau yang digagas Pemerintah Kota Padang telah menjadi energi baru bagi pengurus masjid dan para orang tua untuk semakin aktif menghidupkan rumah ibadah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah meluncurkan program Smart Surau. Program ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan kami untuk menyemarakkan rumah ibadah dengan berbagai kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Selain Program Smart Surau Lima Waktu Mubarakah, Masjid As Salam juga mengembangkan berbagai kegiatan pembinaan lainnya seperti Remaja Masjid Reborn, Rumah Tahfidz, Santunan Anak Yatim, Umrah Jamaah, hingga Ruang Masjid Digital.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat, Masjid As Salam kini menjadi contoh bagaimana rumah ibadah dapat bertransformasi menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda. Dari masjid inilah harapan lahirnya generasi Padang yang religius, berakhlak, dan berdaya saing terus ditumbuhkan.(**/Ns)






















