BUKITTINGGI, dutametro.com.- Kualitas udara di Kota Bukittinggi terpantau berada di kategori “sedang” pada Rabu, 3 September 2026. Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW), konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 20,5 mikrogram/m³ dengan konsentrasi maksimum mencapai 42 mikrogram/m³ pada pukul 00.00 WIB dini hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, mengatakan sumber pencemaran udara tersebut dipengaruhi arah angin dominan dari Tenggara, Selatan, atau bagian Timur wilayah Sumatera Barat. Potensi pencemaran juga berasal dari Sumatera Selatan, Jambi, serta wilayah yang berbatasan dengan Riau seperti 50 Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya.
“Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan ISPU, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bukittinggi yang beraktivitas di luar ruangan agar tetap menjaga kesehatan masing-masing,” ujar Ramli.
Ia merinci, untuk masyarakat umum masih dapat beraktivitas seperti biasa. Namun untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan. Jika sangat diperlukan, penggunaan masker sangat dianjurkan.
Dinkes juga menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara saat ini bersifat sementara dan dapat membaik atau memburuk tergantung pergerakan konsentrasi ISPU. Pemantauan akan terus dilakukan dan Dinkes akan terus berkoordinasi dengan pihak Stasiun GAW Koto Tabang.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, memantau informasi resmi, dan tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara saat ini,” pungkasnya.
(Zlk)*





