Senin, April 15, 2024

Polisi Tangkap Putra Presiden Kolombia Terkait Kasus Pencucian dan Penggelapan Uang

Must read

Jakarta, Dutametro.com – Terkait atas tuduhan kasus pencucian uang dan penggelapan dana kampanye ayahnya, putra Presiden Kolombia Gustave Petro, Nicolas ditangkap. Polisi menangkap Nicolas bersama mantan istrinya Daysuris Vasquez.

Sementera dilansir AFP, Minggu (30/10/2023) presiden Gustavo Petro di akun Twitternya yang sekarang sudah berganti nama X, membenarkan polisi menangkap putranya dan Daysuris Vasquez.

Adapun kepolisian setempat menangkap Nicolas Petro dan Vasquez di kota pesisir Barranquilla dan membawa mereka ke ibukota Bogota. Selanjutnya jaksa mengatakan mereka diamankan di bawah penjagaan ketat di sebuah bunker menunggu sidang pengadilan.

Sebelumnya diketahui pada bulan Maret dalam sebuah wawancara dengan majalah Semana, Vasquez menuduh Nicolas Petro menerima sejumlah uang dari pengedar narkoba dan penyelundup pada tahun 2022 untuk kampanye kepresidenan ayahnya yang akhirnya sukses.

Gustavo Petro mengatakan, “Saya berharap anak saya beruntung dan kuat. Semoga peristiwa ini membangun karakternya dan semoga dia merenungkan kesalahannya” ucapnya di akun twitter X.

Kemudian Gustavo Petro menambahkan, “Sebagai seseorang dan ayah, rasanya sakit melihat begitu banyak kerusakan diri” tambahnya dan tidak terlibat dalam proses hukum yang melibatkan putranya.

Sementara itu jaksa membenarkan atas penangkapan Nicolas Petro terkait dugaan pencucian uang dan penggelapan. Selain itu Vasquez juga didakwa melakukan pencucian uang.

Adapun sejak skandal itu terungkap Presiden Gustavo Petro membantah menerima uang dari raja kokain yang berkuasa di negara itu. Bahkan dia sendiri meminta agar putranya diselidiki.

Nicolas Petro lahir pada 1980-an ketika ayahnya berada di pemberontakan gerilya perkotaan M-19 Marxis, salah satu dari beberapa kelompok bersenjata yang melawan kunci kekuasaan oleh partai politik tradisional.

Sedangkan sang ayah baru-baru ini mengatakan dia absen dari kehidupan putranya karena perang saudara, tidak seperti lima anaknya yang lebih kecil yang dibesarkan setelah kesepakatan damai dengan gerakan M-19 ditandatangani pada tahun 1990.

Seperti diketahui sosok Nicolas Petro merupakan seorang anggota parlemen untuk partai ayahnya di departemen Atlantik utara. Selanjutnya sebuah media menerbitkan catatan bank yang menunjukkan bahwa dia memiliki aset jauh lebih banyak daripada gajinya dari kongres.

Sementara itu Vasquez mengatakan dalam wawancara Maret dengan Semana kalau mantan suaminya menerima uang setara dengan $124.000 dari mantan pengedar narkoba bernama Samuel Santander Lopesierra.

Sedangkan Santander Lopesierra menjalani hukuman 18 tahun penjara di Amerika Serikat karena perdagangan narkoba.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article