Iklan
Iklan

Pipa Irigasi APBD 2025 Tanjung Gelang Rejang Lebong Rampung, Warga Usulkan Penambahan Lewat APBN ‎

BENGKULU, DM – Pekerjaan pemasangan jaringan pipa irigasi di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2025, telah rampung 100 persen.

‎Meskipun sempat menghadapi kendala penyesuaian debit air pada tahap awal, aliran air pada jaringan pipa sepanjang 2.500 meter tersebut kini telah berfungsi dengan baik dan debitnya sesuai dengan perencanaan.

Kendati demikian, Sumber menyebutkan bahwa di lapangan menunjukkan masih terdapat kebutuhan penambahan jaringan sepanjang 750 hingga 800 meter agar air dapat langsung mengalir secara merata ke petak-petak sawah warga. Kebutuhan lanjutan tersebut direncanakan untuk diakomodasi melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
‎
‎Pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu menargetkan seluruh rangkaian penyempurnaan teknis dapat tuntas sebelum akhir tahun, sehingga pemanfaatan air irigasi dapat dirasakan secara optimal oleh para petani untuk mengairi kawasan sawah seluas kurang lebih 600 hektar yang telah hampir satu tahun tidak terairi.
‎
‎Sementara itu, perwakilan masyarakat Desa Tanjung Gelang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas terealisasinya pembangunan infrastruktur jaringan pipa irigasi tersebut.
‎
‎”Sore hari ini, hari Minggu, alhamdulillah pipa untuk irigasi di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sudah mengalir di titik 2.500. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Provinsi Bengkulu, Bapak Helmi Hasan yang telah membantu pipa sepanjang 2.500 meter ini,” ujar perwakilan warga setempat. Minggu (1/11/2026).
‎
‎Warga berharap kekurangan jaringan sekitar 800 meter ke depan dapat segera mendapat perhatian lanjutan.
‎
“Harapan kami, untuk irigasi ini masih kurang lebih 800 meter lagi. Oleh karena itu, kami memohon kepada Bapak Menteri Pertanian untuk membantu kekurangan pipa tersebut agar luasan lahan sawah seluas 600 hektar dapat segera terairi, mengingat sudah hampir satu tahun lahan tersebut tidak terairi. Kami mohon bantuan pipanya dapat segera direalisasikan,” pungkasnya. (Red)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News