BOBONG | dutametro.com – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, tak hanya terasa khidmat, tetapi juga menghadirkan momen haru dan inspiratif. Di tengah jalannya upacara, perhatian peserta tertuju pada sebuah kejutan sederhana namun bermakna yang datang dari seorang pelajar berbakat.
Adalah Nafa Yunita, siswi SMPN 4 Satap Taliabu Timur Selatan (Taltimsel), yang dengan penuh percaya diri menyerahkan sebuah kado istimewa berupa sketsa kepada Sashabila Widya L. Mus dan La Ode Yasir usai pelaksanaan upacara, Sabtu (02/05/2026).
Karya tersebut bukan sekadar gambar biasa. Dengan teknik arsir yang halus dan presisi, Nafa berhasil menghadirkan detail raut wajah kedua pimpinan daerah secara hidup dan ekspresif. Sketsa itu pun menjadi simbol nyata bakat seni yang tumbuh dari ruang-ruang pendidikan di daerah.
Penyerahan karya berlangsung sederhana, namun sarat makna. Momen tersebut langsung menyita perhatian para peserta upacara, menciptakan suasana hangat yang memperkuat pesan bahwa pendidikan tidak hanya soal seremonial, tetapi juga tentang apresiasi terhadap potensi anak bangsa.
Bupati Sashabila tampak terkesima saat menerima sketsa tersebut. Ia pun secara langsung memberikan apresiasi atas kreativitas yang ditunjukkan oleh Nafa.
“Bakat-bakat kreatif seperti yang dimiliki Nafa ini perlu terus kita dukung dan tingkatkan. Ini adalah bukti nyata bahwa anak daerah kita memiliki kemampuan yang luar biasa jika diberikan ruang untuk berekspresi,” ujar Sashabila.
Lebih lanjut, sebagai bentuk penghargaan, ia menyampaikan bahwa karya orisinal tersebut akan mendapat tempat istimewa.
“Hasil sketsa ini akan saya pajang di Rumah Jabatan. Ini adalah bentuk apresiasi dan rasa bangga saya terhadap karya anak daerah Taliabu. Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati La Ode Yasir menegaskan bahwa momentum Hardiknas seharusnya menjadi ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri, tidak hanya terpaku pada capaian akademik.
“Rangkaian upacara Hardiknas tahun ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga tentang karakter dan kreativitas yang tumbuh dari hati,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa semangat Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia hadir sebagai panggung apresiasi bagi lahirnya kreativitas, keberanian, dan potensi generasi muda daerah yang siap bersinar. Jk


















