Minggu, Februari 25, 2024

Gawat ! HMT Mengarah Ke Perpecahan, Ternyata Gegara Ini

Must read

Taliabu, dutametro.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Taliabu (PB HMT) sebagai salah satu perhimpunan mahasiswa secara nasional tengah hangat menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini.

Khususnya bagi kalangan akademisi se-Taliabu, sorotan tersebut dilatarbelakangi oleh hilangnya kepedulian Pengurus Besar (PB) terhadap cabang-cabang yang ada disetiap wilayah.

Kondisi ini semakin mencuat setelah beragam statemen (keluhan) dikeluarkan masing-masing cabang di beberapa wilayah salah satunya Nurmiadin Usuhadin, Demisioner Ketua Cabang Jabodetabek yang menjabat periode 2019-2020.

Dalam keterangan tertulisnya, Nurmiadin mengatakan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Taliabu (PB HMT) sekarang tidak memiliki kepekaan terhadap eksistensi HMT.

Sebab merujuk beberapa kesepakatan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) pada tahun 2017 di Kota Ternate salah satunya pengadaan sekretariat untuk tiap-tiap wilayah.

“Namun menjelang dua tahun masa kepengurusan PB HMT yang saat ini, telah mengabaikan tanggung jawab tersebut”, katanya, rabu (03/01/2024).

Ia mengkhawatirkan jika perhimpunan itu akan lenyap setelah terbentuk atas perjuangan para terdahulunya yang mampu menyatukan seluruh mahasiswa Taliabu dengan beragam bendera organisasi menjadi satu kesatuan yang utuh.

“HMT terbangun dengan rasa kekeluargaan yang di mulai dari perjuangan-perjuangan para senior sehingga mampu mempersatukan Mahasiswa Taliabu diseluruh kota, termasuk perbedaan bendera organisasi menjadi satu yaitu Himpunan Mahasiswa Taliabu atau HMT”, ujarnya.

Namun sekarang yang terjadi dalam tubuh HMT sendiri kata Nurmiadin, sudah mengarah keperpecahan karena hilangnya inisiatif PB. Apalagi dari kesepakatan pada Konfernsi Luar Biasa (KLB) terkait Sekretariat, tidak ada perhatian pengurus bahkan diabaikan begitu saja.

Dirinya bahkan membeberkan, kondisi yang terjadi di tubuh PB HMT sekarang ini, hanya akan menjadi kuburan peradaban yang tidak mampu untuk berbicara mengenai isu isu yang terjadi baik dalam skala nasional maupun masalah masalah kedaerahan.

“Jangan kita berbicara masalah Daerah, Nasional ataupun Internasional, masalah dalam tubuh HMT saja tidak diperhatikan. PB HMT sekarang ibaratkan kuburan, memiliki penghuni namun mati semua”, geramnya.

Tidak itu saja, kondisi yang terjadi di tubuh PB HMT sejauh ini akan semakin parah hingga diumpamakan seperti anak ayam kehilangan induk andaikata tidak selekasnya diperbaiki. “Hati nurani para pengurus PB HMT sudah mati sehingga HMT di seluruh Indonesia terbengkalai dan tak terurus. Ibaratkan induk ayam melepas anak-anaknya”, kesalnya.

Ia juga menggambarkan PB HMT sekarang dinilai tidak memiliki inisiatif untuk memperjuangkan hak cabang yang telah ditetapkan pada kongres HMT ke-III di kota Makassar tahun 2021. Padahal salah satu hasil rekomendasi saat itu adalah pengadaan sekretariat tetap dan sementara di tiap-tiap cabang.

Namun faktanya hampir dua tahun masa kepengurusan PB HMT periode ini, sejak awal dilantik hingga sekarang tidak ada progres atau mencari alternatif terkait keluhan cabang se-Indonesia

“Pada saat HMT dikukuhkan menjadi satu bendera di seluruh Indonesia karena beberapa kesepakatan pada saat itu. Yang pertama mempersatukan ideologi mahasiswa Taliabu se-Indonesia dan ke dua menyediakan sekretariat setiap wilayah di mana Mahasiswa Taliabu menempuh pendidikan di perguruan tinggi” tandasnya.

Deni R

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article