SUNGAI PENUH, dutametro.com- Senin (4/5) — Gejolak besar mengguncang tubuh Partai Golkar Kota Sungai Penuh. Enam Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh dan mendesak Ketua DPD II, Fikar Azami, segera dinonaktifkan.
Sikap keras tersebut dipicu dugaan pelanggaran organisasi dalam pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang disebut tidak sah dan bertentangan dengan AD/ART Partai Golkar. Para Ketua PK menilai proses tersebut sarat kepentingan dan diduga menjadi alat untuk menyingkirkan kepengurusan yang masih sah.
Enam Ketua PK yang menyatakan penolakan yakni Aries Pratama, Dedet Kurniawan, Master, Firdaus, Yan Aktiva, dan Hendro Joni. Mereka menuding ada skenario terstruktur dalam tubuh partai untuk mengambil alih kekuatan organisasi di tingkat kecamatan.
Menurut mereka, selama dipimpin Fikar Azami, DPD II Golkar Sungai Penuh dinilai gagal melakukan konsolidasi internal, minim penguatan struktur, serta tidak mampu menghadirkan kepemimpinan aktif di tengah kader daerah.
Para Ketua PK juga mendesak DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi mengambil alih penuh pelaksanaan Musda 2026 demi menyelamatkan marwah organisasi. Jika tuntutan diabaikan, mereka memastikan akan menempuh langkah organisasi lanjutan sesuai mekanisme partai. (*)



















