SUNGAI PENUH, dutametro.com – Gejolak internal Partai Golkar Kota Sungai Penuh kian memanas. Informasi yang dihimpun media ini melalui sumber terpercaya, Rabu ( 06/5) Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh, ISA, melontarkan pernyataan keras terkait pemecatan sejumlah Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) yang dilakukan secara sepihak.
ISA menilai langkah tersebut bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan bentuk nyata “kudeta organisasi” yang mencederai konstitusi Partai Golkar.
“Pemecatan Ketua PK yang masih memiliki SK aktif tanpa mekanisme organisasi adalah tindakan inkonstitusional dan bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas ISA.
Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan tanpa melalui tahapan resmi sebagaimana diatur dalam AD/ART Partai Golkar dan petunjuk pelaksanaan organisasi.
Ia menyebut tidak ada rapat pleno, evaluasi, klarifikasi, peringatan organisasi, maupun Musyawarah Kecamatan (Muscam) sebelum keputusan itu diambil.
“Kalau semua prosedur dilangkahi, ini bukan keputusan organisasi. Ini pemaksaan kehendak oleh pihak-pihak yang ingin menguasai struktur partai dengan cara melanggar aturan,” ujarnya.
ISA juga menduga kuat pencopotan tersebut berkaitan dengan manuver politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) dan sarat kepentingan kelompok tertentu.
“Jangan jadikan Golkar alat kepentingan pribadi. Jangan rusak partai hanya demi ambisi kekuasaan. Golkar bukan milik perorangan atau kelompok,” katanya.
Lebih lanjut, ISA memperingatkan bahwa keputusan yang diambil secara cacat prosedur berpotensi batal demi hukum organisasi dan dapat digugat melalui Mahkamah Partai.
Bahkan, ia menilai jika situasi ini dibiarkan, maka konflik internal dapat berkembang menjadi dualisme kepengurusan yang merusak soliditas partai hingga ke akar rumput.
“Kalau ini terus dipaksakan, maka yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan Golkar sendiri. Jangan hancurkan partai dari dalam,” tegasnya.
Sebagai Ketua Harian sekaligus mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sungai Penuh, ISA menyatakan siap berdiri di garis depan untuk melawan setiap tindakan yang mencederai aturan partai.
“Saya tidak akan tinggal diam melihat konstitusi partai diinjak-injak. Ini harus dihentikan sekarang juga,” katanya.
ISA pun mendesak DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi dan DPP Partai Golkar agar segera turun tangan sebelum konflik semakin membesar.
“Kalau pelanggaran seperti ini dibiarkan, maka ke depan siapa pun bisa semena-mena melanggar aturan partai. Ini preseden buruk dan sangat berbahaya,” pungkasnya. (*)



















