Senin, April 15, 2024

Aksi Demo Sambil Bakar Al-Qur’an Kembali Diizinkan Polisi Swedia

Must read

Stockholm – Sebuah unjuk rasa yang digelar di luar gedung apartemen dengan akan melibatkan aksi pembakaran Al-Qur’an kembali mendapat izin dari kepolisian Swedia. Diungkapkan juga oleh penyelenggaran aksi protes ini mereka ingin agar kitab suci agama Islam itu dilarang di Swedia.

Sementara dilansir AFP, Senin (31/7/2023) bahwa penyelenggara unjuk rasa yang telah mendapat izin Kepolisian Swedia ini disebut bernama Salwan Najeem yang sebelumnya bergabung dengan seorang pengungsi Irak Salwan Momika (37) dalam aksi provokatif di Stockholm beberapa waktu terakhir.

Sedangkan unjuk rasa tersebut menurut dokumen izin kepolisian dijadwalkan untuk digelar pada Senin (31/7) siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Dalam aksinya Momika sudah dua kali melakukan pembakaran Al-Qur’an, yang digelar di luar masjid utama ibu kota Swedia dan di luar gedung Kedutaan Besar Irak di Stockholm.

Selanjutnya dalam pernyataan kepada media lokal Expressen, Najem mengungkapkan dirinya berencana membakar Al-Qur’an dalam aksi protes pada awal pekan ini. Bahkan dia juga menuturkan kepada media lokal itu dirinya ingin melihat Al-Qur’an dilarang di Swedia.

Najem menegaskan, “Saya akan membakarnya berkali-kali, hingga Anda melarangnya” tegasnya saat berbicara kepada surat kabar Expressen.

Sementara itu hubungan diplomatik antara Swedia dan beberapa negara Timur Tengah diwarnai ketegangan akibat rentetan aksi penodaan Al-Qur’an di negara tersebut.

Pada saat AFP meminta salinan permohonan izin dari Kepolisian Swedia tidak mendapat tanggapan dari kepolisian tersebut. Menurut kepolisian Swedia sebelumnya menekankan bahwa pihaknya hanya memberikan izin untuk digelarnya acara perkumpulan publik dan bukan untuk kegiatan yang dilakukan selama acara perkumpulan itu berlangsung.

Sebelumnya pada akhir Juni lalu Momika membakar beberapa halaman Al-Qur’an dalam aksi protes di luar masjid utama Stockholm. Lalu Sebulan kemudian dia kembali melakukan aksi protes serupa di luar gedung Kedutaan Besar Irak di Stockholm di mana dia menginjak-injak Al-Qur’an namun tidak jadi membakarnya.

Akibat dari kedua aksi provokatif Momika itu memicu kecaman luas dan kemarahan umat Muslim sedunia.

Sehingga pada pekan lalu Swedia memerintahkan 15 badan pemerintah, termasuk Angkatan Bersenjata, beberapa lembaga penegak hukum dan kantor pajak untuk memperkuat upaya-upaya antiterorisme.

Selanjutnya pada Minggu (30/7) waktu setempat, Denmark mengatakan akan mencari cara-cara hukum untuk menghentikan aksi protes yang melibatkan pembakaran Al-Qur’an, dengan mengutip kekhawatiran keamanan menyusul reaksi keras atas aksi provokatif tersebut.

Sejalan dengan upaya Denmark, Perdana Menteri (PM) Swedia Ulf Kristersson juga mengatakan proses serupa sedang berjalan di negaranya.(H.A)

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article