Kotamobagu,DutaMetro.com-Pemerintah Kota Kotamobagu mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan pejabat daerah. Kali ini, nomor telepon yang dikaitkan dengan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., dilaporkan telah dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan.
Dalam informasi resmi yang disampaikan, nomor telepon tersebut digunakan tanpa izin dan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan Wakil Wali Kota. Oknum pelaku memanfaatkan identitas pejabat untuk meyakinkan calon korban, sebuah modus lama yang kembali muncul dengan pola yang lebih sistematis dan menyasar masyarakat luas.
Pemkot Kotamobagu menegaskan bahwa segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota melalui nomor tersebut adalah palsu. Masyarakat diminta untuk tidak merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp yang masuk dari nomor tersebut, apalagi jika disertai permintaan tertentu.
Lebih lanjut, warga juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pesan yang membawa nama pejabat daerah, terlebih jika berujung pada permintaan uang, bantuan, atau informasi pribadi. Penipuan dengan modus pencatutan nama pejabat kerap memanfaatkan kepanikan dan rasa hormat masyarakat sebagai celah.
Pemerintah Kota Kotamobagu mengingatkan bahwa pejabat daerah tidak pernah meminta bantuan dalam bentuk apapun melalui jalur komunikasi pribadi seperti telepon atau pesan instan. Jika ada pihak yang mengaku sebagai pejabat dan meminta sesuatu, maka patut dipastikan itu adalah upaya penipuan.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa kejahatan digital semakin berkembang dan menyasar siapa saja. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, serta selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
Selain itu, warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menerima komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat daerah. Langkah cepat dan responsif sangat diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
Pemkot Kotamobagu melalui kanal resminya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penipuan digital dengan cara tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari jerat penipuan berkedok jabatan.**













