Kotamobagu, DutaMetro.com — Lebaran Ketupat perdana di Kelurahan Mongkonai Induk, Kecamatan Kotamobagu Barat, Ahad (29/03/2026), berlangsung spektakuler. Kegiatan ini tak sekadar sukses, tetapi juga “meledak” oleh antusiasme warga yang memadati seluruh penjuru wilayah sejak pagi hingga sore hari.
Ratusan hingga ribuan masyarakat silih berganti datang, menjadikan Mongkonai Induk sebagai pusat perayaan yang penuh kehangatan dalam balutan suasana Idul Fitri. Tradisi ini langsung mencuri perhatian dan menjadi magnet kebersamaan lintas wilayah.
Atmosfer kekeluargaan begitu terasa. Warga saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, dan duduk bersama menikmati hidangan khas Lebaran. Momen ini bukan hanya seremoni, tetapi wujud nyata dari nilai silaturahmi yang hidup di tengah masyarakat.
Tak hanya warga lokal, pengunjung dari berbagai penjuru Kotamobagu hingga daerah sekitar turut memadati lokasi. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus menegaskan daya tarik Lebaran Ketupat Mongkonai Induk sebagai tradisi yang potensial menjadi agenda besar daerah.
Sebanyak 21 titik meja makan hasil gotong royong warga tersebar di seluruh wilayah kelurahan. Di setiap sudut, tersaji ketupat, opor, dan aneka hidangan khas yang menjadi simbol kebersamaan, memperkuat rasa persaudaraan di antara warga.
Mobilitas warga yang hilir mudik dari satu titik ke titik lainnya menjadi pemandangan khas yang mempertegas esensi Lebaran Ketupat: mempererat hubungan sosial tanpa sekat, dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan ini merupakan inisiatif TP-PKK dan BKMT Kelurahan Mongkonai Induk, yang sukses membangun kolaborasi masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat kohesi sosial pasca Idul Fitri.
Camat Kotamobagu Barat, Sumitro Potabuga, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Lebaran Ketupat ini bukan sekadar tradisi, melainkan ruang strategis untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.
“Ini perdana dan langsung mendapat sambutan luar biasa. Ada 21 titik meja makan yang disiapkan, dan semuanya berjalan sukses. Ini bukti kuatnya semangat kebersamaan warga,” ujarnya.
Sementara itu, warga Mongkonai Induk, Muchtar Korompot, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kemeriahan acara tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi ajang penting untuk saling bertemu dan mempererat hubungan antarwarga.
“Alhamdulillah sangat meriah. Ini momen baku dapa dan baku kunjung, apalagi masih suasana Idul Fitri. Harapan kami kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Suksesnya pelaksanaan perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa Lebaran Ketupat di Mongkonai Induk layak ditetapkan sebagai agenda tahunan. Lebih dari itu, tradisi ini telah menjelma menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan identitas sosial masyarakat yang patut dijaga dan dilestarikan.**(Bams)






