Kotamobagu,DutaMetro.com-Tim peneliti dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado tancap gas memperkuat lini depan pelayanan kesehatan dengan menggelar uji coba kelompok besar pengembangan kurikulum dan E-Modul bagi kader posyandu se-Kecamatan Kotamobagu Selatan. Langkah ini menjadi sinyal serius perang terhadap penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kopandakan I itu dibuka langsung oleh Kepala Puskesmas Motoboi Kecil, Deysi Rumengan. Selama dua hari pelaksanaan, para kader posyandu tampak antusias mengikuti setiap sesi,
menyadari peran krusial mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) yang difokuskan pada pengendalian diabetes melitus melalui konsep inovatif Rumah Sehat Diabetes Melitus (RUMSDIAM). Sebuah pendekatan yang tidak hanya mengobati, tetapi menekan risiko sejak dini.
Dalam implementasinya, tim peneliti mengusung pendekatan transformasi kesehatan berbasis promotif dan preventif. Para kader dibekali E-Modul interaktif yang dirancang tajam untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini, edukasi masyarakat, hingga pengendalian diabetes secara berkelanjutan di tingkat desa.
Deysi Rumengan menegaskan, penguatan kapasitas kader posyandu bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan strategi vital memperkokoh sistem kesehatan masyarakat. Menurutnya, kader yang terampil akan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
“Peran kader sangat menentukan. Mereka bukan hanya penyampai informasi, tapi agen perubahan. Pelatihan ini memperkuat kemampuan mereka dalam mencegah penyakit sebelum terjadi,” tegas Deysi.
Ketua Tim Peneliti, Drs. Meildy E. Pascoal, M.Kes, menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui konsep RUMSDIAM menjadi kunci menekan laju diabetes di Kotamobagu. Targetnya jelas: penderita diabetes tetap memiliki kualitas hidup yang setara dengan masyarakat sehat.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini dirancang berjalan selama tiga tahun dan membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah. Harapannya, setiap desa dan kelurahan di Kotamobagu mampu mengadopsi konsep Rumah Sehat Diabetes Melitus sebagai gerakan bersama.
Tak hanya sebagai pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang uji efektivitas materi sebelum diterapkan secara luas. Dengan dorongan ini, kader posyandu diharapkan tampil lebih kompeten, adaptif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan masyarakat Kotamobagu yang sehat, mandiri, dan bebas ancaman diabetes.**













