TALIABU — Potensi laut Kabupaten Pulau Taliabu mulai didorong naik kelas. Hal itu ditandai dengan pelepasan pengiriman perdana produk perikanan Taliabu Marine Fisheries (TMF) ke luar daerah oleh Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, Minggu (6/9/2026).
Pelepasan berlangsung di Kantor TMF, Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat. Momentum tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat rantai pasok sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas hasil laut Taliabu.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah, manajemen TMF, pelaku usaha, serta kelompok nelayan.
Dalam sambutannya, Wabup La Ode Yasir menyambut positif dimulainya operasional TMF. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Taliabu yang selama ini masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.
“Kehadiran TMF menjadi hal yang sangat penting. Kita berharap tidak hanya hasil tangkapan nelayan yang terserap, tetapi juga terjadi peningkatan kualitas produk, nilai jual, hingga pembukaan lapangan kerja serta akses pasar yang lebih luas,” ujar La Ode Yasir.
Ia menegaskan, pengembangan sektor perikanan tidak cukup hanya mengandalkan hasil tangkapan. Mata rantai ekonomi perikanan harus diperkuat secara menyeluruh, mulai dari pengadaan, penanganan hasil tangkapan, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi.
Dalam konteks tersebut, keberadaan cold storage dan penerapan sistem rantai dingin (cold chain system) dinilai memiliki peran strategis. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas dan kesegaran komoditas laut sebelum dikirim ke pasar luar daerah.
“Kalau kualitas terjaga, daya saing produk kita juga akan meningkat. Ini yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.
Wabup juga mendorong TMF membangun kemitraan yang kuat dengan nelayan lokal, kelompok nelayan, UMKM perikanan dan koperasi. Dengan demikian, geliat investasi dan perdagangan hasil laut tidak berhenti pada aktivitas pengiriman, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat pesisir.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung terciptanya iklim usaha perikanan yang sehat melalui penguatan koordinasi antarinstansi, dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan jaringan pemasaran sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Di sisi lain, La Ode Yasir mengingatkan nelayan dan seluruh pelaku usaha untuk menjaga tiga hal penting dalam pengembangan komoditas perikanan, yakni kualitas, kuantitas dan keberlanjutan.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan potensi laut Taliabu dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia berharap pengiriman perdana TMF tidak berhenti sebagai seremoni pembuka, tetapi menjadi awal dari aktivitas perdagangan hasil laut yang berlangsung secara rutin dan terus berkembang.
“Kita berharap ke depan ini bukan hanya satu kali pengiriman, tetapi terus berkembang menjadi pengiriman yang rutin dengan volume yang semakin besar dan tujuan pasar yang makin luas. Dari laut Taliabu, untuk pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
(Jk)





