Iklan
Iklan

‎Titik Nol Pembangunan Jalan Tanjung Agung–Padang Genteng Kaur Resmi Dimulai

BENGKULU, DM – Warga Desa Tanjung Agung dan Dusun Padang Genteng, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, akhirnya dapat bernapas lega. Setelah menanti selama 26 tahun, penantian panjang masyarakat terhadap akses infrastruktur yang layak di wilayah mereka resmi terjawab melalui dimulainya tahap titik nol pembangunan ruas jalan Tanjung Agung–Padang Genteng, Jumat (30/10/2026).

Pekerjaan fisik yang bersumber dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) ini diharapkan menjadi angin segar bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat yang selama ini terisolasi akibat kerusakan jalan yang parah.

Kegiatan peletakan titik nol ini dihadiri oleh Asisten II Setda Kabupaten Kaur, Helitza Okky, yang mewakili pemerintah daerah, didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaur Lindartawan, ST, serta Kabid Bina Marga Lendrianto, ST, MH. Turut hadir pula perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.

‎​Mewakili pihak balai, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satker PJN Wilayah II Bengkulu, Achmad Perianto, ST, menjelaskan bahwa realisasi proyek ini tidak terlepas dari sinergi dan perjuangan bersama. Ia juga mengapresiasi peran strategis para wakil rakyat asal Bengkulu di Komisi V DPR RI—yang membidangi infrastruktur—dalam memperjuangkan aspirasi pembangunan daerah di tingkat pusat.

‎​Kendati demikian, Achmad Perianto berharap pembangunan ini tidak berhenti pada tahap awal saja. Ia mendorong Dinas PUPR Kabupaten Kaur untuk aktif kembali mengusulkan penanganan sisa ruas jalan yang belum tersentuh.

‎​Perjuangan Swadaya Masyarakat

‎​Rasa syukur yang mendalam turut diungkapkan oleh tokoh masyarakat setempat, Hartoyo. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, BPJN Bengkulu, Bupati dan Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, serta Anggota DPR RI Hj. Erna Sari Dewi atas perhatian nyata terhadap wilayah mereka.

‎​Bagi warga, ruas jalan ini merupakan urat nadi perekonomian yang sangat vital untuk mengangkut hasil bumi. Betapa tidak, sebelum proyek IJD ini terealisasi, warga sempat bergotong royong secara swadaya menyewa alat berat demi menimbun dan meratakan kubangan lumpur sedalam satu meter agar kendaraan dapat melintas. (Red)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News