Sawahlunto,dutametro.com – Panggung Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026 menjadi kekuatan untuk menjaga warisan leluhur, mengembangkan inovasi, dan menjadikan Songket Silungkang sebagai kebanggaan Sawahlunto untuk Indonesia dan dunia. Mengusung tema ” Songket Innovation in Luxury” Songket Silungkang didorong menjadi fesyen yang adaptif tidak sekedar menjaga nilai budaya akan tetapi membuka ruang pasar yang lebih besar lagi.
SISSCa yang juga masuk dalam TOP 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini juga menjadi kekuatan untuk dapat mengangkat Songket Silungkang agar semakin dikenal, dicintai, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Titik Lestari, Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi dan Ny. Dianita Maulin Vasko saat membuka malam puncak Carnival, Sabtu (05/09/2026) menegaskan melalui kolaborasi pemerintah, pelaku UMKM, perajin, seniman, komunitas, dan seluruh masyarakat, kita terus mendorong ekonomi kreatif sebagai kekuatan baru bagi Sawahlunto.
“Pengembangan songket Silungkang tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi kreatif.
Melalui SISSca 2026, Pemerintah Kota Sawahlunto terus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam mengembangkan songket Silungkang agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya. Dengan masuknya SISSca dalam Kharisma Event Nusantara, diharapkan semakin terbuka peluang promosi dan pemasaran songket Silungkang sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Sawahlunto.
Carnival SISSCa diikuti oleh 76 peserta yang dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori Desa/Kelurahan, kategori OPD/instansi dan umum. Dimana pelaksanaan event didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata, juga didukung dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Masrisal sebesar Rp150 juta, APBD kota Sawahlunto Rp225 juta dan dari sumbangan pihak lainnya.
SISSCa bukan sekadar sebuah pertunjukan, namun bukti bahwa warisan budaya dapat terus berinovasi, tampil modern dan elegan tanpa kehilangan identitasnya. Songket Silungkang adalah warisan, kebanggaan, sekaligus masa depan yang harus terus kita jaga dan bawa mendunia.(riky)





