Iklan
Iklan

60 Pemuda Gereja Ikuti Orientasi Tentang Keadilan Iklim Bumi Sehat Pemuda Hebat

Sikakap,Dutametro.com.-Orientasi tentang Keadilan Iklim bagi pemuda gereja di Mentawai di ikuti 60 Pemuda, kegiatan diadakan di Gedung Serbaguna Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) Sikakap, Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan ini diadakan oleh CDRM&CDS bekerjasama dengan GKPM, Evangelical Church In America, Australian Aid, Australian Lutheran, dengan tema Kegiatan Bumi Sehat Pemuda Hebat, dengan nama sumber Ephorus GKPM Mentawai Pdt.B.P Sababalat, dan Fared Sirileleu, Field Coordinator CDRM &CDS.

Acara dibuka langsung Camat Sikakap Rosalinda, dalam sambutannya mengatakan, Peran pemuda gereja terhadap isu lingkungan sangat penting sekali terutama sekali terkait dengan perubahan iklim, pemuda gereja adalah estafet yang harus perduli terhadap lingkungan, lingkungan yang bersih dan sehat membuat kita menjadi sehat, mari bersama-sama kita jaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, Ungkapnya.

Ephorus GKPM Mentawai, Pdt.B.P Sababalat, mengatakan, panggilan terhadap manusia untuk merawat bumi dan menjaga keutuhan ciptaan, sejak penciptaan langit dan bumi, Manusia diberi mandat dari tuhan untuk berkuasa.

Mandat berkuasa sering disalah dipahami sehingga terjadi kerusakan alam, karena sikap dominasi (power over) manusia.

Manusia melupakan bahwa inti mandat Allah adalah menciptakan kesetaraan keutuhan hidup antar ciptaan serta panggilan untuk mengelola, merawat, dan melestarikan alam, melindungi dan melestarikan alam adalah tanggung jawab kita bersama, Tuturnya.

Field Coordinator CDRM&CDS, Fared Sirileleu, menuturkan, Peran kunci Pemuda dalam mengwujudkan Bumi Sehat Pemuda Hebat.

Diantaranya:
Pertama. Mitigasi Perubahan iklim (mengurangi dampak), seperti melakukan kampanye gaya hidup berkelanjutan: mempromosikan penggunaan transportasi umum,bersepeda, berjalan kaki untuk mengurangi jejak karbon.

Aksi penanaman pohon: menginisiasi program reboisasi dan penghijauan disekitar lingkungan gereja dan area komunitas yang gersang untuk menyerap (CO).

Gerakan peduli sampah: Mengadakan program pembersihan lingkungan, memilih sampah, dan mengkompanyekan gaya hidup minim sampah (zero waste) dalam kegiatan peribadahan.

Efisiensi Energi: mendorong gereja untuk beralih ke pengunaan energi terbarukan (seperti panel Surya), dan menetapkan sistem emat energi serta air di fasilitas gereja, untuk mencegah kekeringan dan banjir.

Kedua Adaptasi Perubahan iklim (Menghadapi Dampak)
a.Ketahanan pangan: mengembangkan program pertanian perkotaan (urban farming) atau hidroponik di lahan gereja untuk memastikan ketersediaan pangan bagi jamaat dan warga sekitar.

b. Menajemen bencana: membentuk tim tangap darurat bencana tingkat pemuda gereja yang siap membantu evakuasi, distribusi logistik, dan pemilihan pasca bencana terkait iklim (seperti banjir dan kekeringan.

c.Konservasi air: membangun pasilitas penampungan air hujan dan sistem biopori, diare gereja untuk mencegah kekeringan dan banjir.

Ketiga. Peran Edukasi dan Advokasi, sebagai generasi penerus, pemuda gereja memiliki kekuatan untuk menyuarakan keadilan iklim: seperti melakukan Edukasi lingkungan (teologi hijau): mengintegrasikan wawasan lingkungan kedalam kurikulum sekolah Minggu, persetujuan pemuda dan khotbah, guna menanamkan nilai teologis bahwa menjaga ciptaan adalah bentuk ibadah.

Advokasi kebijakan: terlibat dalam kampanye publik dan mendorong pemerintah daerah untuk membuat kebijakan yang lebih ramah lingkungan, serta berpihak kepada masyarakat rentan yang terdampak iklim.
Pengunaan media digital: memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi, kesadaran dan kampanye tentang isu lingkungan secara kreatif dan masif, Ucapnya.(SL)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News