Iklan
Iklan

Pramuka dibalik Jeruji, Ruang Pengabdian Kwarcab 11 Pramuka Sawahlunto Tembus Perbedaan Ruang dan Keadaan

Sawahlunto,dutametro.com – Sejak 2016, Pusat Pendidikan dan latihan (Pusdiklat) Medan Nan Bapaneh Kwartir Cabang (Kwarcab) 11 Pramuka Sawahlunto terus konsisten melakukan pembinaan kepramukaan Gugus Depan 02.055 Lapas Kelas III Narkotika Sawahlunto. Pembinaan
secara rutin setiap hari Sabtu dengan menghadirkan para pelatih Pramuka secara langsung.

Kegiatan pendidikan kepramukaan tersebut dipimpin oleh Kak Ritu Karianto, bersama jajaran Pudsiklat Kwarcab 11 Kota Sawahlunto itu bukan sekadar memberikan materi kepramukaan, tetapi juga membawa misi pendidikan karakter, pembentukan mental, serta penanaman nilai-nilai positif bagi warga binaan.

Berbagai materi menarik dan interaktif, yang diawali dengan dinamika kelompok untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta kemampuan bekerja sama antarpeserta.Selanjutnya, peserta mengikuti pembentukan regu beserta perangkatnya, mulai dari menentukan nama regu, menyusun motto, hingga memilih ketua regu. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembentukan ketua kelas sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengoordinasikan kelompok.

Suasana latihan semakin menarik melalui berbagai permainan (games) dan penugasan kelompok. Materi tersebut diberikan untuk melatih kreativitas, keberanian, kemampuan memecahkan persoalan, serta membangun rasa kebersamaan. Adapun pendampingan dan penugasan kelompok kali ini diberikan oleh Kak Suminem, Kak Yosi Sundari, dan Kak Adrizal.

Kepala Pusdiklat Kwarcab 11 Kota Sawahlunto Ritu Karianto, mengatakan bahwa pembinaan kepramukaan di lingkungan Lapas merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Gerakan Pramuka dalam memberikan pendidikan karakter kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.
“Pendidikan kepramukaan tidak hanya berbicara tentang keterampilan, permainan, maupun kegiatan di lapangan, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, mental, kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai,”! ungkap dia, Sabtu (07/11/2026).

Ritu berharap kegiatan yang telah berjalan sejak 2016 tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
“Melalui proses pembinaan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman serta bekal positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” harap dia.

Konsistensi Korps Pelatih Pusdiklat Kwarcab 11 Kota Sawahlunto selama hampir satu dekade ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka memiliki ruang pengabdian yang luas. Pendidikan karakter tidak boleh berhenti hanya karena perbedaan lingkungan dan kondisi seseorang.

Sebab kata dia, semangat Pramuka bukan hanya tentang siapa yang berada di lapangan atau mengikuti perkemahan, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka dapat ditanamkan dalam kehidupan setiap manusia.Pramuka hadir untuk semua. Di mana pun berada, kesempatan untuk belajar, berubah, dan menjadi pribadi yang lebih baik harus tetap terbuka.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News