Iklan
Iklan

Ganggu Estetika Visual Kota Warisan Dunia, Jaringan Kabel di Sawahlunto Mulai dirapikan

​Sawahlunto,dutametro.com – Jaringan Kabel listrik dan provider telekomunikasi yang terkesan semrawut terutama dikawasan kota tua (heritage) Sawahlunto, mulai dilakukan pembenahan. Diawali rapat koordinasi lintas sektor, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra langsung turun ke lapangan guna memastikan penataan dan merapikan kabel yang terkesan semrawut dan merusak citra kota tua Sawahlunto.

Bersama pihak PLN dan berbagai provider telekomunikasi diajak sekaligus menangani kondisi kabel yang membentang, mulai dari tata letak, kerapian serta standarisasi pemasangan tiang dan jaringan.
“Target penataan ini diarahkan untuk mendukung terwujudnya kawasan kota yang tertata secara visual, sekaligus selaras dengan konsep kota yang esthetic namun tetap futuristik, serta kepatuhan penyedia layanan terhadap Prosedur Operasional Standar (SOP) yang berlaku,” ujar Wali Kota.

Guna menyamakan langkah teknis di lapangan, Pemko Sawahlunto menghadirkan para penyedia jasa utama, di antaranya PLN selaku penyedia kebutuhan listrik masyarakat, serta Telkom, ICON+, dan pelaku usaha TV Kabel sebagai penyedia jasa internet dan telekomunikasi.
“Sebagai langkah konkret OPD terkait bersama seluruh provider diinstruksikan untuk segera berkolaborasi melakukan penataan kembali (merapikan) jaringan kabel listrik dan komunikasi yang melintas di wilayah Sawahlunto, khususnya kawasan Kota Tua,” ungkap Riyanda Putra.

Wako Riyanda menilai keberadaan kabel-kabel yang tidak tertata tersebut telah mengganggu estetika visual kota, khususnya di kawasan kota tua yang sedang difokuskan sebagai zona wisata heritage. Kawasan ini sebut dia, adalah etalase wajah Sawahlunto. Maka, estetika bukan sekadar soal keindahan, tetapi bagian dari strategi pembangunan pariwisata berbasis warisan budaya. Kabel semrawut jelas bertentangan dengan nilai itu.

Lebih jauh, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan semangat kolaborasi dalam menuntaskan persoalan tersebut secara tuntas dan berkelanjutan. Pembenahan kabel dinilai bukan hanya menyangkut aspek kerapian visual, tetapi juga menyentuh aspek keamanan publik, efisiensi infrastruktur, dan daya tarik kota di mata wisatawan.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News